We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Beloved Attorney

My Beloved Attorney

  • WpView
    Reads 10,206
  • WpVote
    Votes 1,526
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 17, 2023
WpInfo
Fanfic
"Saya butuh kamu untuk dua hal. -- Pertama, untuk tangani kasus perceraian saya dan --Kedua, pastikan mantan istri saya nggak dapat sepeser pun harta saya. Bisa?" Lisa menghela nafas berat, kalau saja bukan karena firma hukum nya yang terancam di depak dari gedung reot ini, permintaan itu mungkin nggak seharusnya dia sanggupi. "Yaudah, tapi pertama-tama saya berhak tau, apa momok perceraian ini sampai terjadi?" ucapnya, pasrah. Pria di hadapannya tersenyum miring "Kalo saya bilang karena kamu, apa kamu percaya?"
All Rights Reserved
#33
vlisa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Is You (Tamat)
  • UNEXPECTED MARRIAGE X TAELICE
  • Paji √
  • Beautiful Disaster
  • Positif Cuek 100% (SELESAI)
  • [END] He's Out Of The Script
  • Marriage, Not Dating
  • Trapped The CEO ( TAELICE) Tamat
  • Don't call it love!
  • Crazy Marriage

Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines