Status

Status

  • WpView
    Reads 588
  • WpVote
    Votes 334
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 23, 2022
Zanna Yang sia-sia adalah aku memikirkan orang yang tidak pernah memikirkanku. Yang percuma adalah aku memperjuangkan orang yang tidak pernah memperjuangkanku. Yang tidak perlu adalah aku mengkhawatirkan orang yang sama sekali tidak mengkhawatirkanku. Tapi yang sering dilakukan adalah aku mencintai orang yang tidak pernah mencintaiku. Kin Andai dalam hal jatuh hati aku bisa memilih, aku tentu tidak akan pernah membiarkan hatiku terlalu sayang dengan hati yang biasa saja denganku dan terlalu biasa dengan hati yang terlalu sayang denganku. Aileen Takut kehilangan adalah hal yang biasa bagiku, sebab semua orang juga pasti bisa dan akan merasakannya. Ada yang jauh lebih menakutkan daripada itu, adalah takut memiliki. Aku tahu kapasitasku dan tidak bisa menjamin bahwa orang aku cintai akan bahagia jika menjadi milikku. *** Zanna, Kin dan Aileen saling menaruh rasa dan saling membelakangi. Mereka butuh status untuk menjelaskan rasa yang abu-abu. Mereka harus saling berani memilih dan berhenti mencari jawaban untuk pertanyaan tanpa jawaban.
All Rights Reserved
#201
akademi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antagonis
  • Antara Cinta, Waktu, dan Takdir
  • Too Good To Be True
  • Hoping Better
  • About feelings   (selesai)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Dua Sisi (TAMAT)
  • Bulan Dan Bintang END
  • GHOSTING [TAMAT]
  • HAFI & NABILA [REVISI]
Antagonis

Pertengkaran hebat antara hati dan logika tidaklah mudah, memunculkan egois yang terus bergerak meronta dalam diri. Melangkah dengan kaki penuh luka di atas jalan berduri, memeluk kepastian dengan kesakitan yang terdalam. Menarik raga yang hanya bisa diraih, hati yang kosong pergi menjauh dan tidak peduli. Tersakiti, bukan hanya mereka saja. Hati terus merasakan sakit tanpa henti. Menuliskan takdir yang begitu lucu pada kisahnya. Termenung, menyadari jika semuanya salah. Tetapi tidak ingin mengakhiri. Hanya ada kata maaf dan terima kasih yang terucap. Maaf karena memaksakan hati dan terima kasih sudah mau menerimanya dengan luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines