Belajar dari Anakku

Belajar dari Anakku

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 14, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Seorang anak laki-laki yang lahir sehat di tengah keluarga yang saling menyayangi. Pada usia yang belum genap 1 tahun ia harus mengalami trauma karena jatuh dari lantai dua rumahnya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kejadian tersebut terjadi begitu tiba-tiba dan tak dapat dihindarkan. Ibunda merasa sangat bersalah, berusaha mencari solusi ke sana ke mari. Mulai dari tenaga medis, pengobatan tradisional, hingga pengibaran alternatif modern. Doa dan pengharapan terus didengungkan kepada yang maha berkuasa, Allah s.w.t. Setiap perkembangannya menjadi perhatian utama. Tidak hanya fisik, tetapi juga psikis. Ia tumbuh menjadi anak yang sensitif dan cerdas. Kekhawatiran muncul saat ia terlambat bicara. Ia baru bisa berbicara secara verbal pada usia 5 tahun. Selama itu ia menyampaikan keinginannya dengan gerakan. Tak jarang ia ngamuk karena orang lain tidak paham dengan apa yang ia maksud. Sampai pada usia sekolah, ia terlihat terpaksa dan belajar sesuai keinginannya. Banyak peristiwa yang terjadi di sekolah. Akhirnya Ibunda memilih homeschooling sebagai sebuah solusi. Melalui homeschooling ia menemukan apa yang ia butuhkan dalam belajar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Qalbu {Terbit}
  • Amami
  • welcome to the month march
  • Aku Yang Tidak Diinginkan

BLURB! Ternyata dunia ini benar-benar sempit. Luka lama yang kukira sudah sembuh, datang lagi tanpa aba-aba. Namaku Anita, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan putriku, Audrey, sendirian. Aku pernah dikhianati dan kehilangan kepercayaan pada cinta, sampai dua pria datang bersamaan: satu dari masa lalu yang pernah menghancurkan, dan satu lagi yang menawarkan ketulusan baru. Kini aku harus memilih... Kembali pada cinta yang dulu melukai, atau membuka hati untuk yang baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines