Belajar dari Anakku

Belajar dari Anakku

  • WpView
    LECTURAS 127
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ene 14, 2021
Seorang anak laki-laki yang lahir sehat di tengah keluarga yang saling menyayangi. Pada usia yang belum genap 1 tahun ia harus mengalami trauma karena jatuh dari lantai dua rumahnya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kejadian tersebut terjadi begitu tiba-tiba dan tak dapat dihindarkan. Ibunda merasa sangat bersalah, berusaha mencari solusi ke sana ke mari. Mulai dari tenaga medis, pengobatan tradisional, hingga pengibaran alternatif modern. Doa dan pengharapan terus didengungkan kepada yang maha berkuasa, Allah s.w.t. Setiap perkembangannya menjadi perhatian utama. Tidak hanya fisik, tetapi juga psikis. Ia tumbuh menjadi anak yang sensitif dan cerdas. Kekhawatiran muncul saat ia terlambat bicara. Ia baru bisa berbicara secara verbal pada usia 5 tahun. Selama itu ia menyampaikan keinginannya dengan gerakan. Tak jarang ia ngamuk karena orang lain tidak paham dengan apa yang ia maksud. Sampai pada usia sekolah, ia terlihat terpaksa dan belajar sesuai keinginannya. Banyak peristiwa yang terjadi di sekolah. Akhirnya Ibunda memilih homeschooling sebagai sebuah solusi. Melalui homeschooling ia menemukan apa yang ia butuhkan dalam belajar.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Qalbu {Terbit}
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Suara Yang Tak Pernah Di Dengar
  • Amami
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Kesedihan [SELESAI]

{Teenfiction-Spiritual} "Yah, izinin Acha tetap homeschooling. Acha nggak mau sekolah di tempat umum." Gadis belia kisaran berusia 15 tahun, kini sedang membujuk sang ayah agar tetap mengizinkannya untuk homeschooling. "TIDAK!" ucap lelaki yang di perkirakan berusia 40 tahun itu. Ia tetap kukuh dengan keputusannya untuk menghentikan putri tunggalnya itu homeschooling. "Ayah ingin kamu tumbuh seperti remaja lainnya. Ayah ingin kamu bisa bergaul dengan banyak orang, dan Ayah ingin kamu melawan rasa takutmu itu." Lanjut sang ayah dengan tegas. Gadis yang bernama lengkap Jingga Cahaya Senja itu hanya bisa menunduk. Ia berusaha menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh membasahi wajahnya. "Dan satu lagi, Ayah ingin kamu mempunyai teman manusia. Bukan HANTU!" Lelaki itu langsung berjalan keluar rumah, dan menyisakan anak gadisnya itu sendirian di ruang keluarga sambil menunduk, seolah meratapi nasibnya. Allah SWT berfirman : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51 : Ayat 56)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido