We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KEKANG

KEKANG

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 18, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Jujur memang baik, tapi dengan ketidakjujuran membuat kami merasa lebih baik. Kira-kira seperti itu dunia zahra saat ini. Terjebak di lingkungan yang sama sekali tidak sehat. Walaupun pada akhirnya pasti ketauan tapi tidak membuat mereka jera. Hingga akhirnya sulit dihilangkan, mendarah daging dalam pribadi mereka semua. Hal yang sama sekali hina untuk dibanggakan. Sekedar untuk kepuasan, dan tidak mendapat keuntungan. Sampai dimana zahra menginjak Perguruan Tinggi, pribadinya masih belum bisa pergi dari kebiasaan itu. Tak baik tapi asik, bangga tapi munafik.
All Rights Reserved
#665
zahra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's World. (ON GOING)
  • 𝑨𝒌𝒖 𝑲𝒂𝒎𝒖 𝑫𝒂𝒏 𝑻𝒂𝒌𝒅𝒊𝒓
  • Everything is You
  • ZAFRINA STORM TIED TO THE VILLAIN [Tahap REVISI]
  • Si Paling Kakak Senior!
  • Leona[Hiatus]
  • Unforgettable Love
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • AZRAN DENGAN KISAH NYA
  • reminisce before I go

Risih. Itu yang dia rasakan sekarang, di umurnya yang masih terbilang sangat kecil itu, sudah sering sekali mendengar pertengkaran antara dua orang dia sayangi, yaitu, Ayah dan Bunda nya. Menangis? Tentu tidak. Dia hanya menatap dengan penuh tanda tanya di pikiran nya. Entah sampai kapan ini akan terjadi di kehidupannya. Pergi. Hanya itu yang kakak beradik itu pikirkan, pergi dari pertengkaran kedua orang tuanya. "Kita cerai!!! " Teriak Ayah seketika membuat mata kaka beradik itu melotot. "Oke kita cerai! Saya udah muak dengan kelakuan mas! Tapi, anak anak ikut dengan saya! " Balas Bunda tak kalah marah. "Gak yah! Gak bun! Kalian gak boleh cerai! Kalian masih punya anak kecil yang butuh kasih sayang! " Sela kaka tertua dari mereka bertiga. "Udahlah Farel! Lagian kamu bukan anak kandung ayah kamu ini, jadi gak usah ngehalang halangin dia! " Jawab bunda tidak mengalihkan pandangan nya. "Bunda kamu benar. Kamu tidak usah larang kami. Dan untuk Sayang, dia akan bahagia pastinya. " Jawab ayah penuh penekanan. "Bukan masalah kami berdua Bun, Yah. Marina sama kak Farel udah gede, bisa jaga diri. Tapi kalo Sayang? Dia masih dalam masa pertumbuhan. Dan Bunda. Aku, Sayang, sama Kak Farel emang beda bapak. Bukan berarti Kak Farel gak berhak larang kalian toh? " Jelas Marina hendak mengurungkan niatan kedua orang tuanya. "Kita akan tetap cerai! " Jawab Ayah yang di lajutkan kepergian nya. Apa yang ada dipikiran kalian? Sesuatu yang indah? Bahkan ini mimpi buruk yang ingin segera bangun dari tidur. Tapi apa? Ini keyataannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines