Semesta Pasti Paham (SPP)

Semesta Pasti Paham (SPP)

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 4, 2021
Kau amat indah dengan wajah yang berseri-seri membuat siapapun akan terpana bahkan, takjub akan pancaran wajahmu. Kursi besi itu tak menyurutkan semangatmu untuk bisa bersentuhan langsung dengan hamparan pasir dan ombak yang menerjang. Alunan teriakanmu juga terdengar bagaikan melodi simfoni di tengah panasnya pantai. Sungguh menyenangkan sekaligus merisaukan. Aku takut ada gelombang besar yang bisa menyeretmu. Tak dipungkiri memang aku memegang erat kursi rodamu tapi, jikalau ada ombak besar entahlah tenagaku tak begitu kuat untuk mempertahankanmu. "Zar, kita kesana dulu yuk. Neduh." "Di sini aja. Ta kalau aja Ara masih ada ya, pasti dia bakalan pengen nyelam. Katanya dia mau bareng aku, liat ikan laut." Aku tak ingin membalas ucapannya sebab, hanya akan membuat dia mengingat Ara, tunangannya. Seketika wajahnya berubah menjadi sendu sarat akan kehilangan. Matanya berembun, tangannya juga terkepal erat. "Eh Zarky itu ada ikan." "Seberapapun aku berusaha buat melupakan Ara, gak bakalan bisa. Apalagi kejadian itu terus terekam di otakku." Kecelakaan itu merenggut semua harapannya untuk menikah dengan Ara. Aku teramat sedih melihat cahaya cintaku seperti ini. Frustasi seakan tak ada hal lain selain memikirkan Ara. Selalu dia yang terpikirkannya. Seakan tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya yang terus mencoba membuatnya bangkit. Aku paham, Zarky sedih melihat orang yang dicintainya terenggut nyawanya di depan matanya sendiri. Apalagi waktu itu, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kakinya terjepit. Tapi apakah dia tau tak hanya dia yang merasa patah hati? Aku juga merasakannya, melihat orang yang kucintai diam-diam seperti ini. Terus bermurung, seakan tak ada gairah hidup. Aku pikir ketika membawanya ke tempat kesukaannya, dia akan sedikit melupakan Ara. Tapi ternyata tidak, hanya sebentar dia melupakannya. Sungguh efek Ara sangat besar bagi Zarky, bahkan ketika dia sudah tiada. Aku sungguh benci hal itu.
All Rights Reserved
#953
kisah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Stay or Go
  • My Husband is Antagonist Novel [END]
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • hay mantan !!
  • Fourple Of Love
  • Karena Aku Mencintaimu...
  • 27 FEBRUARI
  • Stay (Away)

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines