Pada-Mu Berlabuh

Pada-Mu Berlabuh

  • WpView
    Membaca 21
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Nov 18, 2020
Ku kira, Kak Aksa adalah lelaki yang pantas ku semogakan dalam doa-doa. Sebab disetiap tuturnya, nasihatnya, selalu berhasil membuatku menjadi sosok baru yang lebih baik dari hari kemarin. Aku bahkan sudah bisa menerima keputusan Ibuk karena memasukkanku ke pesantren. Kak Aksa menawarkan tenang dan teduh dalam kemelut jiwa yang meronta sebab cita cita tak beroleh restu. Namun, Aku lupa, bahwa pangkal dari rasa sakit hati adalah menaruh hati tidak pada tempatnya. Lihatlah aku dan lukaku, Rasakanlah dalam baris kata yang kususun di malam malam sendu. Aku, terbunuh harapanku. --- Fatiha Fadwah
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#628
islam
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Catatan Hijrah
  • Cinta dari Gus Ali
  • Menunggu Halal Bersamamu
  • Syair Cinta Az Zahra
  • Jodoh Terhalang Restu
  • Imam Impian {Next Part}
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • ARISYI EL QATHYA
  • (Bukan) Ali dan Fatimah
  • MAS DOSEN ITU SUAMIKU

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan