Saatnya Kembali

Saatnya Kembali

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 19, 2020
Namaku Sara. Entah ini sudah yang berapa kalinya aku mampir ke rumah Hana. Tak ada pilihan lain, setidaknya aku bisa menghindari para preman tak tahu diri itu untuk tak menggangguku. Karena setiap kali Hana yang lewat, mereka hanya diam dan mengucapkan salam. Tapi ketika aku dan wanita yang lain lewat, mereka mulai memasang muka mesum itu, ditambah dengan sorot mata sayu, dan mulut bau rokoknya itu. Kenapa demikian?
All Rights Reserved
#26
hargadiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gamang
  • Please, Love Me (END)
  • Assalamu'alaikum, Hana! [Terbit]
  • Tak Seindah Cinta yang Semestinya(Sudah Tayang Di Google Play Store Ygy)
  • Tentang Rindu | END
  • Mas Dhana (Balada Kasih Tak Sampai)
  • Hi! Alna
  • Usai Pilu | KTH ✔
Gamang

"Jangan suka sama gue" Hening mengambang diantara kami berdua, membuat suasana semakin terasa menyesakan. "Maksud lo?" "Jangan suka sama gue Ris" "Lo temen gue, lo bahkan yang bikin gue berhasil dapetin cewe yang gue mau dari dulu. Jangan ngehancurin itu semua Ris. Tolong" Aku tergagap di tempat, bingung harus bereaksi apa. Tapi rasa panas di pelupuk mata tak bisa aku abaikan begitu saja. Sakit rasanya mendengar kata yang selalu aku bisikan di setiap hari nya. Harus aku dengar dari dia yang menjadi penyebab nya. Aku menarik nafas panjang, dan menghembuskan nya perlahan. Mencoba menghilangkan sesak yang seolah membakar. "Iya, lo tenang aja. Gue-" kembali, aku menarik nafas dan menghembuskan nya pelan "Gue gak akan ganggu hubungan kalian. Gue sadar, tugas gue cukup sampai bikin kalian jadian. Lo temen gue, Keira sahabat gue. Gue faham Lang. Maaf kalo perasaan gue bikin lo gak tenang" Kalimat itu aku ucapkan dengan lugas. Tak ada ragu dan seolah memang itu yang aku mau. Tapi tidak, tidak dengan keadaan hati ku yang terasa sendu. Sejak awal, harusnya mereka yang menjadi pemeran utama. Ilalang dan Keira. Di pertemukan untuk bersama. Bukan dengan ku, tokoh sampingan yang seharusnya tau batasan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines