"Sepertinya aku jatuh cinta sama kamu deh". Kata Kania menatap Damar lekat. "Sayangnya aku tidak bisa jatuh cinta sama kamu". Balasnya tanpa rasa bersalah. "Mau taruhan? Aku akan buat kamu jatuh cinta padaku". Tantang Kania. Hening... *** Menikah karena perjodohan mungkin sudah biasa. Tapi bagi Kania menjalani kehidupan setelah menikah, itu baru luar biasa. Hidup sendiri sejak usia 15 tahun menjadikan Kania seorang yang mandiri. Bertemu dengan sahabat almarhum ibunya membuat Kania harus menerima perjodahan itu. Dukungan dari sahabat-sahabatnya pun mengalir tanpa henti. Tetapi tidak bagi Damar, perjodohan ini adalah bencana dalam hidup, apa lagi dia masih berharap pada cinta pertamanya. Namun, Tuhan punya rencana lain. Tanpa Damar sadari ada sesuatu yang berubah, tetapi Damar sudah sangat terlambat. Yakin Damar benar-benar terlambat?
Mehr Details