We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Zaira Anjani

Zaira Anjani

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kehidupan seorang gadis bernama Zaira Anjani yang biasa dipanggil Ira berubah setelah ia bertemu cowok yang sangat dingin sikapnya. Walaupun ia dan cowok itu sering berbeda pikiran namun si cowok itu kekeh akan merubah sikap Zaira. Dan saat Zaira mulai mecintai cowok itu terjadi sebuah peristiwa yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka akan terjadi. Disisi lain ada seseorang yang senantiasa mencintai Zaira mulai dari kecil. Namun ia tidak pernah berani mengatakan tentang perasaan itu kepada Zaira, dia takut jika Zaira akan menjauhinya. Pada siapakah hati Zaira akan memilih? Apa pada orang yang dicintainya atau sahabat dari kecil yang selalu ada untuknya? Takdir manakah yang diberikan oleh Allah SWT untuknya? mau tau kisahnya, pantengin terus yuk☺
All Rights Reserved
#528
cintadalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • [TERBIT] Zahralvi: Whispers of Qadr ✓
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • cinta tulus arka
  • Cinta untuk Zehra
  • kalam cinta
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • R  &  A

JANGAN LUPA FOLLOW YA... terimakasih sudah mampir Ada cinta yang tidak perlu diumbar, cukup diam-diam mendoakan dari kejauhan. Karena kadang, mencintai yang paling dalam adalah saat memilih untuk menjauh. Aku, Cilla, gadis biasa yang sebentar lagi akan memulai hidup baru di UIN Rafah. Di usia delapan belas ini, hidupku seperti perjalanan kereta yang tak pernah berhenti di stasiun yang sama dua kali. Termasuk stasiun bernama Arsan. Dia pernah singgah. Pernah menjadi alasan senyumku setiap pagi. Pernah menjadi orang yang paling aku percaya. Tapi kami memilih pergi. Bukan karena tidak saling mencintai, tapi karena tahu: terlalu dekat bisa membuat segalanya salah arah. Kami memilih menjaga, meski harus saling menjauh. Dan kini, setelah waktu membawa kami ke dunia yang berbeda... Aku masih menyebut namanya dalam sujud terakhirku. Sementara aku tak tahu, apakah dia juga menyebut namaku saat langitnya mendung dan hatinya sunyi. Mungkin kami sedang menguji takdir. Atau... mungkin takdir sedang menguji kami. Karena jika benar cinta ini suci, maka tak perlu digenggam erat untuk dimiliki. Cukup dipercayakan kepada Allah. Dan jika suatu hari aku kembali bertemu dengannya, aku ingin bertanya satu hal: "Masihkah kamu menganggapku takdirmu, seperti dulu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines