My Soplak Brother

My Soplak Brother

  • WpView
    Reads 13,707
  • WpVote
    Votes 1,011
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 22, 2025
WpInfo
Non-Fiction
First story😁, Jadi Maaf kalo ada kata2 yang salah ________&&& Gue Wira Giandra Estiawan, dicerita ini sebenarnya bukan gue pemeran utamanya, melaikan Kakak laki-laki gue yang selisih usia kita cuma satu tahu. Dia Raffasya Jamaluddin Estiawan, gue biasanya sih panggil dia Bang Junet. Entah karena apa juga gue nggak tau udah kebiasa dari kecil, dan bukan cuma gue doang yang manggil dia Junet, namun keluarga dan teman-temannya juga. "Eith.... Gantian dong! " Hai guys disini gue pemeran utamanya, nama gu-.... "Udah gue kasih tau Bang. " Dasar adek laknat untung adek lo kalo kagak ku sumpel usus dua belas jari lo pakek barbel. Oh iya baca cerita Gue sama adek gue ya, gue jamin seruh deh. Jangan sampe ketinggalan cerita MY SOPLAK BROTHER YA sampai ketemu sama gue dicerita sebenarnya.
All Rights Reserved
#22
konyol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAPTA HARSA {TERBIT} ✓
  •  I'm actually antagonistic
  • Alara's Brothers (Telah Terbit)
  • THE CLIMB [Completed]
  • Perihal Sandwich(End)
  • POLARIS
  • Ayesha Transmigration
  • Kalau Sudah Jodoh, Mau Bagaimana Lagi?
  • GEVRONZ
  • Tentang Aku, kamu, dan Putih Biru

SERI KEDUA KLANDESTIN UNIVERSE [Sudah terbit & part masih lengkap] "Bang, tahun depan kalian umur berapa?" celetuk Aji yang bergabung dengan Haikal dan juga Marka di ruang tengah. Di tangannya menyangga gelas berisi jus jambu yang ia dapatkan dari hasil memohon pada Reihan. "22 kayaknya," jawab Marka. Sementara Haikal yang berbaring di sampingnya langsung menyahuti. "Kenapa nanya-nanya?" "Nanya aja, lo tahun depan umur berapa?" "Gatau," jawab Haikal tanpa ada minat menoleh, ia malah sempat melirik Marka yang kebetulan ia pinjam pahanya sebagai bantal, tapi setelah itu ia kembali menatap layar ponselnya. "Kok nggak tau sih? Umur sendiri juga." "Ya, umur mah nggak ada yang tau, Ji," jawab Haikal. ✨✨✨ "Kita adalah tujuh yang menjadi satu. Sukacita dan air mata. Bahagia dan pilu. Kita bisa saling berbagi. Klandestin Gang adalah sahabat, keluarga, dan rumah terbaik yang pernah ada." - Sapta Harsa, 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines