Setulus Kasih Dariah

Setulus Kasih Dariah

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 23, 2021
Di balik Tragedi 1944 [Luka tak pernah surut, karena melupakannya seperti menguras Laut] - Dariah Askanah - 🍁🍁🍁 Tentang seorang gadis belia yang telah dihantam banyak luka, tangan kecilnya ingin menggapai kebahagiaan. Hanya satu kata yang menguatkannya disaat takdir tak berpihak padanya, "Luka itu menguatkanku. " Dia tak sekalipun menyalahkan Pencipta atas takdirnya, karena kebahagiaan hidup bukan terletak pada harta, tahta dan duniawi, namun dari banyaknya rasa syukur. [Luka adalah cinta. Disaat kamu melukai hatiku, bukan Luka yang aku lihat, melainkan cinta] - Dariah Askanah - || Sejarah || Spiritual || Romance
All Rights Reserved
#87
allah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Still The Same
  • Luruh [ FINISH]
  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]
  • BEST HOME? [SEGERA TERBIT]
  • Ich Liebe Mama! ✓ [END]
  • Qanita
  • HILANG [Segera Terbit]
  • I'M HURT!
  • Broken
  • Poison Of Love

WARNING!! Adults Only! Terdapat banyak kata-kata kasar dan adegan kekerasan! Mohon bijaklah memilih bacaan. ** Ketika kau dikhianati oleh dua orang yang kau percaya sekaligus, orang yang dipercaya sebagai cinta pertamamu dan seseorang yang kau yakini sebagai cinta terakhirmu. Ketika aku yakin cinta adalah hal yang paling sempurna di dunia karena menghadirkan keluarga bahagia untukku dan adikku. Tapi kenyataan menamparku dengan keras saat tahu pria yang paling aku cintai dan hormati yang seharusnya ku panggil ayah memilih wanita lain dan meninggalkan ibuku, aku dan adikku dalam kehancuran. Kami dikhianati dan dibohongi. Dan ketika semua itu belum cukup menghancurkanku. Seorang lagi yang aku anggap akan ada di sampingku selamanya dan menopangku juga melakukan hal yang sama. Dia memilih bersama anak wanita penghancur rumah tangga orang tuaku, dan meninggalkanku. Di sana lah aku merasa asing dan melihat dunia seperti bahagia berperang menghianatiku. Yang ku tahu setelahnya tidak ada yang namanya cinta, itu hanya ilusi yang diciptakan manusia untuk menciptakan dunia penuh sandiwara. Kenyataan hanya obsesi dan napsu yang berkuasa. Kalau pun cinta ada, itu hanya dimiliki oleh mereka yang lemah. Dan, Aku? aku memilih untuk tidak menjadi lemah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines