Setulus Kasih Dariah

Setulus Kasih Dariah

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 23, 2021
Di balik Tragedi 1944 [Luka tak pernah surut, karena melupakannya seperti menguras Laut] - Dariah Askanah - 🍁🍁🍁 Tentang seorang gadis belia yang telah dihantam banyak luka, tangan kecilnya ingin menggapai kebahagiaan. Hanya satu kata yang menguatkannya disaat takdir tak berpihak padanya, "Luka itu menguatkanku. " Dia tak sekalipun menyalahkan Pencipta atas takdirnya, karena kebahagiaan hidup bukan terletak pada harta, tahta dan duniawi, namun dari banyaknya rasa syukur. [Luka adalah cinta. Disaat kamu melukai hatiku, bukan Luka yang aku lihat, melainkan cinta] - Dariah Askanah - || Sejarah || Spiritual || Romance
All Rights Reserved
#27
tulus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BEST HOME?
  • Luruh [ FINISH]
  • Poison Of Love
  • Penyembuh Luka
  • Qanita
  • Behind the Silence
  • Malik's ☑️
  • Ich Liebe Mama! ✓ [END]
  • Kesabaran Seorang Istri
  • Still The Same

Fathiya pernah percaya bahwa rumah adalah tempat paling aman untuk pulang. Sampai suatu hari, ia menyadari bahwa beberapa rumah bisa tetap berdiri utuh meski penghuninya perlahan saling hilang. Mamahnya menjadi dingin. Papahnya semakin jauh. Dan Fathiya tumbuh menjadi anak yang terbiasa merasa bersalah tanpa pernah tahu kesalahannya apa. Di sekolah baru, hidup juga tidak berjalan mudah. XI MIPA 5 dipenuhi manusia-manusia dengan luka dan rahasia masing-masing. Ada Mutia dan Mitha yang perlahan mendekat, Akhtar yang selalu membantu tanpa banyak bicara, dan Remon-laki-laki dingin yang terus menyebalkan dengannya sejak perdebatan kecil tentang sebuah kursi. Sampai akhirnya, sebuah rahasia perlahan mengubah seluruh hidupnya. Dan sejak saat itu, Fathiya mulai belajar- bahwa mungkin rumah terbaik bukanlah sebuah tempat. Melainkan Tuhan. Dan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines