Keluarga Somplak

Keluarga Somplak

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 2, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Dunia nggak rame bila sipat manusia hanya satu. Dengan sifat yang berubah-ubah, ilmu tentang hidup semakin melimpah. Bersama Yanti, Chiro seakan memasuki dimensi baru yang tak pernah dipikirkan sebelumnya. Dari bahasa, daerah dan budaya seakan tak menghalangi cinta mereka. Bahkan, mereka memiliki bahasa baru yaitu bahasa isyarat. Keduanya tetap berpegang teguh pada bahasanya sendiri, Yanti menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia sementara Chiro menggunakan bahasa Jepang. Sangat kontras bukan? Lantas, apakah keduanya bahagia?
All Rights Reserved
#53
somplak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menepilah Cinta
  • Fashion(ed) Love (Hoonsuk)
  • Gossip Us - Go Ship Us
  • Tafsir Cinta Keshwari
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • ANNO: TWINS BUT DIFFERENT
  • OPTION [✔️]
  • Mas Nata lan Kuto Tuban
  • NEVER DOUBT

Seketika, tubuh Sam terasa sangat ringan, ruhnya seolah-olah melayang perlahan terangkat oleh baling - baling seperti milik doraemon, sejenak meninggalkan jasadnya yang tiba-tiba kaku. Beasiswa? Jepang? Tinggal disana berapa lama? Dengan siapa Nisa nanti disana? Bagaimanakah keamanan di sana? Siapa yang akan menjaganya? Ah, Sam sendiri tidak tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Antara bangga dan khawatir, antara terharu dan sedih bila harus berpisah dari gadis ayu di depannya saat ini. Bukankah Jepang itu negara asing, baik bagi Sam atau Nisa sendiri. Jepang bukan daerah yang bisa ditempuh dengan kereta, mobil, bis, angkot, ojek atau taxi online, bahkan sepeda ontel, yang biasanya Sam naiki saat Ayah Nisa memintanya mengantar buku atau bekal Nisa, apabila ketinggalan, ke sekolah. Jepang itu negeri asing yang berbeda segalanya dengan kehidupan Nisa di sini. Negeri yang tak Sam kenal, terutama masalah keamanannya, makanannya, orang-orangnya. Apakah Nisa akan aman tinggal disana? Makanannya? Amankah sholat di sana? Apakah .... "Pak Sam... Pak Sam... Hellooow,,, Yuhuu" Nisa melambaikan tangannya membuyarkan lamunan Sam. Raut wajah cantiknya berubah menjadi cemas ketika melihat Sam mendadak pucat. Ruh Sam yang sempat terlepas, kembali ke jasadnya semula. "Hm... Jadi bengong gitu. Kenapa? Pak Sam ga seneng ya Nisa ke Jepang?" Tanya Nisa dengan nada sedih. Matanya mendadak sayu, senyumnya hilang. "Oh... Pak Sam seneng kok mbak. Pak Sam malah bangga kalo mbak Nisa bisa ke Jepang" "Alhamdulillah, gitu dong Pak Sam. Setelah ayah dan ibu, Support Pak Sam lah, yang selama ini selalu menyemangati Nisa." Nisa kembali ceria, sumringah menunjukkan senyum lebar. Ah, senyum itu... senyum yang sama yang dimiliki kekasih hatinya. Kekasih hati yang telah terpatri di hati Sam selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines