KINARA MARSYA

KINARA MARSYA

  • WpView
    LETTURE 12
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, nov 20, 2020
"Kenapa bawa gue kesini." Tanya marsya menatap sekelilingnya yang dipenuhi dengan bunga dan hiasan lampu. "Tukang balapan yang cantiknya melebihi apapun,yang manisnya bikin saya ga bisa tidur,saya gatau perasaan apa ini yang jelas saya ga bisa makan tiap mikirin kamu tidur saya ga nyenyak disaat saya rindu sama kamu. kinara, malam ini disaksikan langit malam yang dihiasi oleh bintang bintang, saya yakin bahwa ini perasaan cinta, maukah kamu menikah denganku kinara?." Kata revan sungguh sungguh. "ih ko kaka jadi alay gini sih geli ngedengernya." Ucap marsya tertawa geli . "ko kamu gitu sih semaleman loh saya pikirin kata kata buat nembak kamu." Rengek revan memanyunkan bibirnya. "Ka revan yang fansnya bejibun, yang ga akan ada yang nyaingin keras kepalanya. dengan disaksikan rambulan dan kegelapan aku mau menikah sama kaka tapi..." Marsya menggantungkan ucapannya. "Tapi apa.." Tanya revan "Kaka harus balapan dulu, baru aku mau nikah sama kaka."
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • tentang sebuah rasa
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • KOSTAN JANUARTA
  • DIKANESHA
  • Crazy Marriage
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Prameswari

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti