Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Tentang Sahabat Lama

Tentang Sahabat Lama

  • WpView
    Membaca 189
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 11, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
perempuan yang selalu di manja, bertemu dengan sosok laki-laki yang tegas, acuh, serta dingin. pertemuan nya di mulai sejak mereka berlibur, tetapi kisah mereka berakhir di saat Arah harus pulang kembali ke kota nya. "kapan-kapan kita ketemu lagi ya Gam" ucap Arah. "Iya, gue bakal kangen lo gadis manja" ucap Gam terkekeh. Gam sangat suka menggoda Arah hingga kesal. ada sesuatu di diri nya jika dia tidak menggoda Arah. "Gam kalo kita gak bisa ketemu lagi gimana?" Tanya Arah. "gue bakal cari lo di seluruh dunia ini, jangan lupain gue dan inget jaga hati lo buat gue" ucap Gam sambil mengelus rambut Arah. "Ara ayo berangkat" teriak mama Arah. "Iya ma" mereka berpelukan, pelukan terakhir untuk Arah ke Gam. apakah mereka akan bersatu? atau merek mempunya jalan cerita sendiri? langsung baca ya, Jangan lupa tinggalkan jejak kalian
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#117
pertama
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • STUCK
  • My possesive boyfriend
  • Arsyilazka
  • Ex or New? [REVISI]
  • Story of My Life With You
  • I (Space) You
  • Three Targeted Girls!!
  • FALLING IN LOVE
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Sejarah Kita
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan