My Sad Poetry (END)

My Sad Poetry (END)

  • WpView
    Reads 2,063
  • WpVote
    Votes 1,296
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 31, 2021
Aku hidup dalam bait-bait syair, Memadukan kalimat-kalimat fasih, Mengharapkan hasil berbeda, Aku kembali mengurung diri dalam sangkar. Sekarang? Ya, aku hanyalah seorang penyair sendu. Yang ingin memperkenalkan tulisanku, Mengembangkan kemampuanku dalam torehan tinta. Lalu, maukah kamu menemaniku? ••Şèlâmât Mèñîkmátí•• Dipublikasikan: 11 April 2021 Diselesaikan: 31 Desember 2021
All Rights Reserved
#227
terluka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Ily, Dokter • ✓
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • about us and him ✔️
  • 𝐌𝐄𝐑𝐀𝐊𝐈𝐓 𝐀𝐒𝐀 : Kisah Singkat Dari Sang Pemimpi [TERBIT]
  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • LARAS[Sudah Terbit]
  • METANOIA (REVISI)

Baca dulu 3 part ya, kalau seru maka lanjutkan hehe Happy Reading dan jangan lupa Vote sebelum membaca ya 😇 ________________________________________ Sorot mata yang tajam namun juga indah. siapa sangka aku bertemu lagi dengan mata indah itu setelah sekian lama aku jatuh hati lagi dengan kerlingannya kerlingan mata yang bagaikan senja disore hari Mata itu memang indah namun ada penyesalan mendalam setiap kali aku bertatapan dengannya. Rasa penyesalan yang mendalam dan rasa bersalah yang takut tak termaafkan. Andai kau tau aku telah jatuh hati denganmu, dengan binar mata indahmu Kau adalah penenang bagiku, melihatmu adalah candu untukku. Tapi apa kau akan memaafkan aku Keyra Ulfa Mutiara? Aku mohon jangan pergi lagi dari hidupku Jadilah pelita yang menerangkan hidupku yang penuh kegelapan karena kesalahan. ~Dafa~ Cinta? aku tidak tau apa itu cinta... Aku mendayung sampanku hingga ke tengah lautan Ombak besar sering kali menerjang, Aku sendirian, menghadapi badai yang tak segan menyerang Aku hanya berpegang pada Sang Pencipta Kasih sayangnya menolongku, membawaku menepi pada indah nya pulau Desir angin di pulau itu menyejukkanku Ku temukan seseorang yang begitu sangat membuatku jatuh hati ketika aku melihatnya senyumnya memberikan rasa nyaman tersendiri Tapi bagaimana jika dia yang aku cintai adalah orang yang telah membuatku juga berada di tengah lautan. membuatku menerjang badai besar dengan hempasan ombak tanpa ampunan Haruskan aku memaafkannya dan menerimanya? Oh Allah lapangkanlah hati ini agar mampu mencintainya dan menerima kesalahannya ~ Keyra ~

More details
WpActionLinkContent Guidelines