Story cover for Hugging the Moon by uc1000___
Hugging the Moon
  • WpView
    LECTURES 151
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Chapitres 24
  • WpView
    LECTURES 151
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Chapitres 24
En cours d'écriture, Publié initialement nov. 21, 2020
Contenu pour adultes
"lo udah bilang itu tadi" Arinda membuang bekas kapas ke dalam tong sampah kecil di bawah tempat duduk, kali ini tangan cekatannya mengeluarkan sebuah minyak untuk dioleskan ke pipi lebam Ditra. "finish" ucapnya. Arinda segera bangkit dari tempat duduk untuk segera meninggalkan Ditra "mending lo cepet pulang deh, Jenny pasti udah nunggu lo di tempat dating" ucap Arinda menatap Ditra dengan tatapan datarnya.

"gimana caranya kamu bisa sepeduli itu dengan kebahagiaan orang lain?" pertanyaan Ditra menghentikan langkah Arinda tepat di depan pintu.

Arinda mengalihkan pandangannya menatap Ditra yang masih menunduk, "gue gak bisa jelasin. Lo coba aja, nanti juga tau kebahagiaannya ada dimana" kali ini langkah Arinda mantap meninggalkan Ditra.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Hugging the Moon à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Misunderstanding cover
RAIN cover
Silent, Please! (Re-up) cover
Kopi & Deadline (On Going) cover
Nada & Nala [END] cover
Miracle (SELESAI) cover
Love Cologne cover
Crazy Couple [End] ✔ cover
Soal Rasa 2 cover
FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI) cover

Misunderstanding

16 chapitres Terminé Contenu pour adultes

Tubuh Irina terpental hingga ke tembok basement karena Rayen menyentaknya dengan keras dan memegang bahu Irina hingga menempel tembok. "Why?" "..." Irina hanya menatap wajah Rayen dengan bingung. "Kenapa kamu pergi saat aku membicarakan masalalu?" "Karena memang saya harus ke toilet. Dan kenapa anda perduli, saya mendengar atau tidak?" "Jangan pernah berbicara formal saat kita sedang berdua. Aku muak." "Maaf, tapi sekarang anda adalah klien saya." Irina tak ingin mengalah kali ini. "Oh, ya aku adalah klien kamu hari ini kan." Entah apa yang harus dilakukan Irina saat mata Rayen terlihat memerah dan penuh emosi, tapi Irina tidak mau mengalah dengan pria egois dan paling dia benci ini hingga tanpa Irina duga Rayen mendekatkan wajahnya dan tanpa berfikir lagi Irina segera melangkahkan kakinya untuk menghindar. Terlambat. Rayen menarik tangan Irina hingga punggung Irina menempel di tembok lagi dan menyurukan wajahnya dan menempelkan bibirnya dengan kasar dan melumat bibir Irina. Sesaat, Irina terbuai dengan lumatan kasar namun menggoda dari Rayen sebelum kesadarannya kembali dan Irina meronta berusaha melepas cengkraman Rayen hingga tangannya terbebas dan... PLAKKK