Hugging the Moon

Hugging the Moon

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 12, 2024
"lo udah bilang itu tadi" Arinda membuang bekas kapas ke dalam tong sampah kecil di bawah tempat duduk, kali ini tangan cekatannya mengeluarkan sebuah minyak untuk dioleskan ke pipi lebam Ditra. "finish" ucapnya. Arinda segera bangkit dari tempat duduk untuk segera meninggalkan Ditra "mending lo cepet pulang deh, Jenny pasti udah nunggu lo di tempat dating" ucap Arinda menatap Ditra dengan tatapan datarnya. "gimana caranya kamu bisa sepeduli itu dengan kebahagiaan orang lain?" pertanyaan Ditra menghentikan langkah Arinda tepat di depan pintu. Arinda mengalihkan pandangannya menatap Ditra yang masih menunduk, "gue gak bisa jelasin. Lo coba aja, nanti juga tau kebahagiaannya ada dimana" kali ini langkah Arinda mantap meninggalkan Ditra.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Serambi Doa [REVISI]
  • Naughty Nanny
  • IMPERFECT
  • Ti amo : Kamu Dan Cinta [SELESAI]
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • Sekutip Istimewa Kenamaan Yogyakarta
  • Crazy Couple [End] ✔
  • RAIN

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines