"Welcome in the hell school, now ... you're my doll Baby!" tutur Zuko sambil tersenyum miring, Vanel membalas tatapan Zuko dengan wajah tenang, ia menunjukan notebook-nya yang sedari tadi ia genggam lalu menulis,
"Maaf soal tadi, aku tak berniat membuatmu tak nyaman. Aku hanya ingin meminjamkanmu pulpen dan terima kasih sudah mau berbagi bangku denganku, senang bertemu denganmu!"
Vanel tersenyum tipis pada Zuko, sedangkan Zuko menatapnya dengan raut menahan emosi, disaat ia mempunyai niat buruk di pertemuan awal kenapa siswi si tuna wicara ini sangat paradoks dengan niatnya? ia sangat baik, dapat dilihat dari raut wajahnya yang menunjukan keikhlasan nyata saat meminta maaf, dan juga ... kenapa raut Vanel sangat tenang saat berhadapan dengan Zuko?
Terlihat ... tak ada secuilpun rasa takut darinya, tak seperti Korban bulinya yang lain yang selalu memandangnya seperti monster.
All Rights Reserved