PAINFUL [Kisah Nyata]

PAINFUL [Kisah Nyata]

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 17, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Menyakitkan! Kedua insan yang saling mencintai akan tetapi tidak bisa bersama. Mereka memang saling mencintai, tapi karena ego mereka,mereka gagal dalam menjalani hubungan mereka Dan salah satu dari mereka memilih untuk menyerah, "Maaf,aku menyerah" ucap pelan si gadis Lalu pemuda itu menggenggam kedua tangan kekasihnya itu, "Kenapa?" Dan untuk kesekian kalinya gadis itu menjatuhkan air matanya di depan kekasihnya itu "Aku lelah denganmu yang begitu egois dariku, kamu tidak pernah paham dengan perasaan ku dan perjuanganku sia-sia untukmu" tutur gadis itu sambil menangis tersedu itu. Pemuda itu yang tak lain kekasihnya hanya bisa terdiam mendengar penuturan kekasihnya yang pada akhirnya sudah menyerah karena dia. Disisi lain ada sebuah tangan yang terbuka dan siap untuk menggenggam tangan si gadis itu dan berkata,"Aku akan bersamamu" Penasaran siapa pemuda itu? Dan ini adalah cerita kisah nyata ❤️ Hope you like it and enjoy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • ALSTARAN [END]
  • Let Me Love You Longer
  • BarraKilla
  • RadenRatih
  • As Time Allows
  • Bersamamu
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Can I have u miss bae?

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines