My Sugar Baby

My Sugar Baby

  • WpView
    Reads 85,276
  • WpVote
    Votes 2,418
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 25, 2023
Raka Bramantio Wijaya (30) sedang ketar-ketir dengan ocehan sang mama, karena beliau ingin dirinya cepat menikah. Dirinya memang sudah memasuki usia yang matang dan sudah mapan. Tapi ia belum ingin berkomitmen dengan seseorang. Ia pun bingung untuk mengajak menikah siapa, ia sedang tidak dekat dengan siapapun. Sampai ia mendengar ocehan sahabat adiknya saat dirinya sedang masuk ke kamar adiknya yaitu. "Enak kali ya Vin kalau punya sugar daddy, minta apa aja pasti di kasih". Saat mendengat itu, ia seperti mendapat pencerahan. Tidak buruk jika mencoba mengajak sahabat adiknya itu. "Kamu mau jadi sugar baby saya?" Melihat Nadine Adsila Jovanka (24) yang shock mendengar ucapannya, sepertinya hidupnya akan sangat menarik. Walaupun bukan tipenya tapi Nadine terlihat menggemaskan di matanya. Bagaimana ya kelanjutannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HUSBAND [END]
  • Males, ribet.
  • RAVENNA - The Gold Digger || bad girl series
  • Rashad - The Sugar Daddy Story
  • SUGAR DADDY | 21+ (END)
  • Single Mommy (LENGKAP)
  • Siri

Pertemuan secara tak sengaja menimbulkan perasaan sejak kecil. Berpisah bukan hal yang mudah. Bertemu dengan gadis yang merubah semuanya. Dan sosok lelaki yang mampu berjuang dan bertahan. Sampai suatu ketika, kebenaran itu terungkap. Sreeettt.... Untungnya Alvano dengan cepat mengendalikan stir nya. Dan oh! Apa itu? Ia hampir menabrak gadis. "Aduhh..." ucap nya meringis. Ya, gadis itu adalah Nadin. Alvano turun dari mobilnya dan melihat siapa yang hampir ia tabrak. Nadin sedikit mendongak. Tatapan mereka bertemu. Nadin kaget mengapa ia bertemu lagi dengannya? Dan, astagaaa... Alvano menghela napas saat melihat sosok gadis tadi. "Untung gak mati" kesal Nadin menatap Alvano tajam. "Bukan salah saya." "Nih orang gak ada rasa rasa berdosa nya yaaa!! Bantuin diri kek, apa kek, ini gak ada rasa rasa nyesel nya!!" emosi Nadin sudah memuncak dan mengeluarkan unek unek nya. Alvano mengendikkan bahu nya acuh. Tak lupa wajahnya, ia selalu datar. "Ini sudah malam, dan gadis sepertimu tidak cocok diluar malam." Nadin melirik sekilas. "Saya tadi abis keminimarket. Trus hampir mati ditabrak sama Om Om!!!" ucap Nadin menghela napas kasar dan menegaskan ucapannya diakhir. Alvano menatap tajam Nadin, memangnya ia terlihat seperti Om Om? "Saya bukan Om mu" ucap Alvano. "Ck! TERSERAH."

More details
WpActionLinkContent Guidelines