Hakikat manusia tidak pernah merasa puas, ingin lebih dan terus menerus mengharap lebih hingga hilang kendali Bahkan untuk masalah cinta nan segala macam rasa suci didalamnya.
∆
Franza Barli Abdinegoro, baginya hidup hanya hitam dan putih tercermin jelas dalam karya lukisnya, hingga suatu hal menyebalkan mempertemukannya dengan sosok Vesya Hanzelly Florence'R Sang build women, datar dan dingin, anehnya sejak hari itu karyanya sedikit berwarna.
Setiap detik mengenalnya memberikan corak menyendiri, tanpa diduga-duga semburat merah muda muncul.
•
Bagi Hanzelly tidak ada sosok yang lebih penting dibanding Ayah dan sahabat sekaligus cinta pertamanya, nyawa pun akan dipertaruhkan tanpa perlu fikir ulang. Setiap detik baginya hanya untuk mengungkap kasus, melindungi dua sosok berharga, tawa dan keceriaanya telah dijadikan tumbal guna menemukan dalang sang pembawa bencana hidupnya.
Dirinya tak ubah layaknya patung dengan muatan bom yang siap meledak.
•
Anggap saja dia anak yang terlampau patuh pada kedua orang tuanya, Kriss panggil saja begitu. Lelaki yang telah lama dibalut topeng tebal, bahkan baginya hidup dan hatinya bukan miliknya. Mengharuskan cinta yang lelah lama berkembang dalam hati tertutup rapat bersama rahasia puluhan tahun lalu.
Semua harus tetap menjadi rahasia guna melindungi sang sahabat yang telah lama dicintainya.
•
Namun siapa sangka, dan bagai mana jadinya jika semua teka-teki nan kasus yang tengah diselidiki sang wanita merujuk pada dirinya, pada masa lalu Franza.
Apa hubungan dalam masa lalu mereka?
Teman atau mungsuh?
∆
" Aku kira menjadi payungmu dikala hujan menerjang, saja cukup. Namu
n tak bisa disangkal hati ini mengharap lebih, tuhan tolong hatiku semakin serakah..."
~
"Aku hanya ingin lebih bahagia, apakah ini termasuk keserakahan ya
ng besar?"
~
" Tertawa saja tak diijinkan, begitu congkak diriku mengharap kisah romansa "
∆
{Completed/utuh/tamat}
Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya?
***
Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?