Faidzun
  • WpView
    Membaca 94
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung55jt
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Feb 22, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Khem, ngapain natap kakak begitu?", Ira gelagapan dan langsung menunduk. "Kakak tau, kakak keren, tapi jangan ditatap gitu terus dong, entar jatuh cinta loh", ucap Bintang sembari mengedipkan matanya. "PD banget sih jadi cowok", gumam Ira. "ngomong apa tadi?" "Hmm, itu, kok Cinta lama banget yah?", Bintang melirik jam tangannya. "Iya juga sih, harusnya dia udah balik", Ira menghela nafas lega. Bintang lalu menatap ponselnya lagi, terdengar suara pesan masuk. "Cinta gak bakal datang", ucapnya datar. "Hah?, maksud kakak?" "Dia balik ke kampus. Katanya ada dosennya yang tiba-tiba mau masuk" "Ohh, hmm, kakak beneran lapar?", Bintang mengangguk. "Kita ke kantin yuk, kebetulan aku juga bosan disini. Kakak gak keberatan kalau ngajak aku keluar?", Ira lalu menggigit bibir bawahnya, sembari mengomeli dirinya sendiri dalam hati. Dia tidak menyangka akan keluar kata-kata seperti itu dari mulutnya. Irapun terus memukul bibirnya yang lancang, bagaimana tidak, kalau Bintang menolak mau ditaruh dimana wajahnya. Bintang tersenyum melihat tingkah Ira, yang menurutnya sangat lucu dan segera mengambil kursi roda yang berada dipojok ruangan. "Yuk", Bintangpun membantu Ira duduk dikursi roda, jantung Ira terus meronta-ronta seperti ingin keluar ketika Bintang menggendongnya untuk duduk dikursi roda, padahal Ira sudah bilang kalau dia bisa sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#6
monyet
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Reninkarnasi ketubuh gadis malang
  • TAKDIR TERINDAH
  • BUBAR JALAN
  • SIAPA? |βœ“|
  • 3 Gadis Bunga (Revamp)
  • I Love You, Husband
  • 1/3 percaya x tidak cinta
  • Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed]
  • diet pepsi

Ketika bulan bersinar terlihat seorang gadis yang tergeletak di bawah pohon yang cukup besar.Gadis Dengan pakaian yang lusuh serta tubuh yang kurus dengan beberapa luka di sekujur tubuhnya, dengan perlahan bulu matanya terangkat dan memperlihatkan bola mata berwarna grey yang indah. "kenapa aku disini bukankah tadi aku terjatuh dari tangga karena wanita tua sialan itu, lalku kenapa aku bisa di hutan ini" ucap gadis itu didalam hati dengan mata yang menelisik ke sekelilingnya.Gadis itu ingat terakhir ia sedang bertengkar dengan ayahnya karena iya tidak mematuhi perintah papanya , ia berniat keluar rumah namun sialnya ia bertemu ibu tirinya yang mencegat dia di tangga menuju kebawah. "Mau kemana sayang bukan kah ini sudah malam " tanya sang ibu tiri. "Itu bukan urusanmu minggir aku sedang malas berdebat dengan wanita ular sepertimu" ucap gadis itu. "Jiaa!! ayah sudah pernah bilang padamu jaga tutur katamu pada ibumu" ucap pria paruh baya yang tidak lain adalah ayah gadis itu. "Dia bukan ibuku pa! dia adalah wanita yang tidak tau malu dengan menusuk ibu dari belakang hiks" sentak gadis itu kepada ayahnya " jika bukan karna wanita itu maka pasti ibu masih ada yah" ucap lirih sang gadis. Namun reaksi yang ayahnya lakukan jauh diluar fikirannya tiba tiba. Plakk "jaga bicaramu dia ibumu sekarang hormati dia". penasaran dengan kelanjutannya ayo simak ceritanya kuy

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan