We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Faidzun
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing55m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 22, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Khem, ngapain natap kakak begitu?", Ira gelagapan dan langsung menunduk. "Kakak tau, kakak keren, tapi jangan ditatap gitu terus dong, entar jatuh cinta loh", ucap Bintang sembari mengedipkan matanya. "PD banget sih jadi cowok", gumam Ira. "ngomong apa tadi?" "Hmm, itu, kok Cinta lama banget yah?", Bintang melirik jam tangannya. "Iya juga sih, harusnya dia udah balik", Ira menghela nafas lega. Bintang lalu menatap ponselnya lagi, terdengar suara pesan masuk. "Cinta gak bakal datang", ucapnya datar. "Hah?, maksud kakak?" "Dia balik ke kampus. Katanya ada dosennya yang tiba-tiba mau masuk" "Ohh, hmm, kakak beneran lapar?", Bintang mengangguk. "Kita ke kantin yuk, kebetulan aku juga bosan disini. Kakak gak keberatan kalau ngajak aku keluar?", Ira lalu menggigit bibir bawahnya, sembari mengomeli dirinya sendiri dalam hati. Dia tidak menyangka akan keluar kata-kata seperti itu dari mulutnya. Irapun terus memukul bibirnya yang lancang, bagaimana tidak, kalau Bintang menolak mau ditaruh dimana wajahnya. Bintang tersenyum melihat tingkah Ira, yang menurutnya sangat lucu dan segera mengambil kursi roda yang berada dipojok ruangan. "Yuk", Bintangpun membantu Ira duduk dikursi roda, jantung Ira terus meronta-ronta seperti ingin keluar ketika Bintang menggendongnya untuk duduk dikursi roda, padahal Ira sudah bilang kalau dia bisa sendiri.
All Rights Reserved
#6
monyet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This Breath Isn't Mine Anymore
  • 3 Gadis Bunga (Revamp)
  • Dari Benci Jatuh Ke Sayang [Completed]
  • He's My Malicious Husband Irfan Haneef | COMPLETE
  • 𝐔𝐒𝐓𝐀𝐙 πƒπ€π˜π˜π€π π™πˆππ‘πˆ
  • SIAPA? |βœ“|
  • diet pepsi
  • 1/3 percaya x tidak cinta
  • π‘πšπ‘π¬π’πš π“πžπ«πšπ€π‘π’π« π‘πšπ²πͺ𝐚π₯ βˆ† 𝐂

"Nama aku bukan Zaki... tapi semua orang di sini terus memanggilku begitu." "Zaki! Fokus, pasien ini bisa mati!" "Aku bukan dokter... aku cuma... perawat..." "Kalau begitu, jadilah dia. Karena kalau tidak, kita semua akan kehilangan lebih banyak nyawa malam ini." --- Dika baru saja menyelesaikan shift panjang di rumah sakit. Matanya lelah, tubuhnya remuk, tapi hatinya tenang. Ia mencintai pekerjaannya sebagai perawat. Hidupnya sederhana: kerja, pulang, istirahat. Tak ada drama. Tak ada kejutan. Sampai sebuah truk menghantam mobilnya di tengah hujan deras. Saat ia membuka mata lagi... dia bukan Dika. Semua orang memanggilnya Zaki. Dr. Zaki. Bukan di rumah sakit tempat ia bekerja, tapi di sebuah rumah sakit lapangan, dalam dunia kacau penuh suara letusan, luka tembak, dan pasien berdarah. Tak ada waktu untuk panik-karena semua orang bergantung padanya. Dika harus berpura-pura menjadi Zaki, dokter yang tampaknya dihormati sekaligus dituntut banyak. Dalam tubuh yang bukan miliknya, ia harus menjahit luka, menolong persalinan, merancang evakuasi-semua di tengah medan perang yang ia tak tahu dari mana asalnya. "Aku bukan Zaki. Tapi... jika aku menyerah, semua ini akan sia-sia." Setiap keputusan bisa menyelamatkan nyawa, atau menghancurkan semuanya. Dika harus menemukan cara untuk bertahan-bukan hanya dari ancaman luar, tapi juga dari dirinya sendiri. Apakah ini hanya mimpi buruk? Hukuman? Atau... kesempatan kedua?

More details
WpActionLinkContent Guidelines