Ratawa [✓]

Ratawa [✓]

  • WpView
    Reads 1,652
  • WpVote
    Votes 187
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 14, 2021
[Alunan Magi : PROMPT 01 - available now : end.] Ia Rama, mahasiswa sempurna yang kena kutukan menjadi seorang tunarungu. Di tengah masa 'perbaikan' telinganya, pemuda itu sadar kalau ia punya satu kelebihan. Lantas, kenapa teman-temannya takut ketika mendengar Rama mendapat 'kutukan' itu? "Kadang kekehan tawa itu bisa menjadi ringisan seram di saat berbeda." ©debarasi²¹
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#204
kpoplokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chasing A Mirage
  • Renjana [COMPLETED]
  • New World [REVISI]
  • [END] Nadia dan Sangkuriang - Twisted Indonesian Folktales
  • the magical forest {CH}
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • kiara's dream
  • NOCEUR: LIGHTS
  • THE BEST FOR YOU
  • My Duchess / End

Bayangannya menari di tepian cakrawala, seolah menantang realitas untuk mengakuinya. Setiap langkah yang diambil, ia menjauh-seperti fatamorgana yang mengundang, namun tak pernah dapat digenggam. Di persimpangan antara kenyataan dan ilusi, aku mengejarnya. Apakah dia nyata, atau hanya bayangan yang dirajut oleh pikiranku sendiri? Seperti Māyā, fatamorgana dari semesta, dia hadir dalam kelam, berbisik di antara desir angin, menggoda kepercayaanku akan dunia yang kukenal. Hatiku adalah Chakra, roda yang berputar dalam ketidakpastian, menginginkannya, merindukannya, tetapi semakin aku mendekat, semakin ia terurai seperti pasir di sela jemari. Apakah dia wujud atau hanya Smriti, kenangan samar yang dipahat oleh waktu? Aku terus berlari dalam lorong-lorong Samsara, mengulang pencarian tanpa akhir. Jika dia hanya ilusi, mengapa jantungku berdegup seakan mengenalnya? Jika dia nyata, mengapa dunia seolah menolak keberadaannya? Mengejar dia adalah mengejar bayanganku sendiri-sebuah misteri yang hanya bisa dipecahkan oleh keberanian untuk bertanya: apakah yang kurasakan ini nyata, atau hanya mimpi yang tak ingin terbangun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines