Quondam  (Oneshot)

Quondam (Oneshot)

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Rasanya seperti melayang, lepas, bebas. Tiada beban duniawi untuk bernafas dan bergerak layaknya manusia pada umumnya. Hanya dengan begini saja, diriku merasa berada di surga. Tak perlu aku memikirkan uang, kenyamanan, ataupun nafsu hati. Ini sudah lebih dari cukup. "***??" Irisku terbuka, kembali beradu dengan manik serupa. Wajah yang begitu mirip, tangan yang sama hangatnya, dan senyum yang lebih manis. Satu pertanyaan seketika bermain di kepala. "Sejak kapan aku melupakanmu?" ·_----------_----------_· ¹Ini adalah orifict yang terinspirasi dari kehidupan saya. ²Lagu dan gambar bukan milik pribadi, hak cipta mereka adalah milik para penciptanya masing-masing. ³Dimohon untuk tidak mencuri plot yang saya buat. ⁴Menggunakan banyak kata tidak baku. ⁵Orifict ini dibuat untuk memperingati Anniversary pertama dari grup kepenulisan FanPro (@FanPro_Original). Silahkan memberi kritik dan saran di kolom komentar!
All Rights Reserved
#12
vent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Flight
  • Where am I?
  • Stereotype; Soobin
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Deary Depresiku [[ END ]]
  • ﹪ ׅ 𝅦𝅦 Ur smile :D ☆ countryhumans Indonesia ━ׄ┈⋄⃞🇮🇩̷𝆭
  • PUTARAN TERAKHIR WAKTU
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

More details
WpActionLinkContent Guidelines