Cewe Populer [primxnanonxchimon]

Cewe Populer [primxnanonxchimon]

  • WpView
    Reads 616
  • WpVote
    Votes 153
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Letha yang berdiri di taman sambil menatap kedua pria yang berada di depan nya ini membuat aletha pusing. "Jadi lo berdua ribut lagi hah?" Tanya letha sambil menunjuk fanno dan lion "Dia duluan tha, percaya sama gue" tunjuk lion pada fanno Letha menatap fanno dengan tatapan tajam khas nya "Lion duluan anjir.. masa lu lebih percaya orang baru daripada gue tha" tak terima dituduh, fanno pun menuduh balik Udah cukup beban hidup aja yang berat kenapa harus ditambah sama mereka berdua si -batin letha •Alletha as primlly •Fanno as nanon •Lion as chimon Penasaran sama alur cerita nya? Langsung aja baca dan tambahkan ke perpustakaan kalian.
All Rights Reserved
#157
thailand
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secretly Looking at You (END)
  • How To Move On
  • WHO ?
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • happy ending  Versi Ku Kapan?[end]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Love's illusion
  • Lantas (END)
  • Samudra [End]

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines