Disparitas Paradigma

Disparitas Paradigma

  • WpView
    LECTURAS 946
  • WpVote
    Votos 449
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 8, 2021
WpInfo
Poesía
[Sebuah Antalogi Puisi] Siapapun objeknya, kehilangan bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Pada detik kesekian, perasaan rindu seringkali terkapar waktu. Alih alih berusaha melupa, kesedihan justru silih berganti dengan rasa kecewa. Aku meruntuki diriku yang nyaris gila karena kehilangan dirinya. Menelan mentah asumsi kepulangan dirinya dengan penuh rasa percaya. Naas, sepertinya perasaan itu hanya bisa ku alihkan dalam bentuk narasi cerita. Sebuah antalogi puisi untuk orang orang yang merasa patah lantas kehilangan arah. Rank: 🎖️2 #antalogipuisi ( 16 Januari 2021) 🎖1 #antalogipuisi ( 20 Januari 2021) 🎖3 #sepatahkata ( 26 Januari 2021 ) 🎖1 #sepatahkata ( 27 Januari 2021 )
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Selaksa Noktah (END)
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Red
  • Sepatah Kata
  • KITA
  • METANOIA (REVISI)
  • KIARA [End]
  • {PERKATA} Selesai
  • MUTIARA [END]

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido