Disparitas Paradigma

Disparitas Paradigma

  • WpView
    LECTURAS 942
  • WpVote
    Votos 449
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 8, 2021
[Sebuah Antalogi Puisi] Siapapun objeknya, kehilangan bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Pada detik kesekian, perasaan rindu seringkali terkapar waktu. Alih alih berusaha melupa, kesedihan justru silih berganti dengan rasa kecewa. Aku meruntuki diriku yang nyaris gila karena kehilangan dirinya. Menelan mentah asumsi kepulangan dirinya dengan penuh rasa percaya. Naas, sepertinya perasaan itu hanya bisa ku alihkan dalam bentuk narasi cerita. Sebuah antalogi puisi untuk orang orang yang merasa patah lantas kehilangan arah. Rank: 🎖️2 #antalogipuisi ( 16 Januari 2021) 🎖1 #antalogipuisi ( 20 Januari 2021) 🎖3 #sepatahkata ( 26 Januari 2021 ) 🎖1 #sepatahkata ( 27 Januari 2021 )
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Goresan Tinta
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • KIARA [End]
  • METANOIA (REVISI)
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • Broken Home [End]✓
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • MUTIARA [END]
  • KITA

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido