"Gu-gua minta nomor lu"ucap Letta dengan nada sedikit gugup,lalu menggigit bibirnya.
sebelah alis Vino terangkat,Vino menyeringai.
"buat apa?"dua kata itu membuat Letta terdiam,
"Gu-gua em-"
"lo gak pernah ngrasain jadi gua ra" -Amanda mulai tak bisa mengontrol emosinya
"gua cuman penuh luka buat lo"
"aku sanggup jadi obat dari luka-lukamu" -Indira berkata dengan suara lembutnya