Bos Galak (ON GOING)

Bos Galak (ON GOING)

  • WpView
    Reads 99,138
  • WpVote
    Votes 4,754
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 15, 2021
_Bulan Pradipta_ Bekerja di salah satu perusahaan musuh adalah musibah terbesar, dan musibah itu harus gue rasaiin setiap hari. Baru seminggu bekerja sudah ngebuat hati, huft ... menyebalkan! "Bulan, ambilkan saya minum!" "Bulan tolong pijitin bahu saya!" "Bulan, suapin saya." "Bulan, blablabla--" "Pak, saya mau tanya dong." Dirga yang masih bergelut dengan filenya, menatap Bulan dengan datar. Sedangkan yang ditatap hanya memutar bola matanya malas. Dirga menautkkan alisnya. "Apa?" tanya Dirga dengan datar. "Saya itu serketaris atau babumu sih, Pak?" "Menurut kamu?" Tali mana tali, gue mau gantung diri. _Dirga Arkaneo_ Menggangu Bulan adalah hoby saya. Orang yang sekarang menjabat sebagai Serketaris dari seorang Dirga Arkaneo. Tak di sangka dengan pertemuan yang bisa dibilang aneh tapi menyenangkan menjadi hal tersendiri bagi saya. Ada satu hal yang saya suka darinya. Saya suka saat melihat wajah kesalnya!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Two Hearts, One Mission
  • CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry
  • " BYE "
  • Not A Perfect Husband ✔
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • ALZEA (TERBIT)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • About a Diandra Story
  • My Husband is Antagonist Novel [END]

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines