Survive in School [END]

Survive in School [END]

  • WpView
    Reads 69,244
  • WpVote
    Votes 4,696
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 5, 2025
Sekolah menengah atas di pinggiran kota besar berjalan seperti biasanya. Hingga sebuah virus misterius menyebar dengan cepat, mengubah manusia menjadi zombie buas dan haus darah. Kekacauan pun melanda. Dalam sekejap, gedung sekolah yang semula ramai berubah menjadi zona bahaya mematikan. Delapan siswa yang selamat-empat dari kelas IPA, empat dari kelas IPS-terjebak di dalam sekolah tanpa akses ke dunia luar. Di tengah teror yang mengintai di setiap lorong dan ruang kelas, mereka dipaksa untuk bekerja sama, mengesampingkan perbedaan demi satu tujuan: bertahan hidup. Dengan sumber daya yang menipis dan ancaman yang terus mendekat, mereka menghadapi dilema besar-bertahan di sekolah yang perlahan menjadi kuburan hidup, atau mengambil risiko melarikan diri ke luar yang tak kalah berbahaya. Setiap keputusan bisa menjadi yang terakhir. Setiap langkah bisa menentukan siapa yang hidup... dan siapa yang tertinggal. --- © Copyright 2020 by Gusnaldi Ardiansyah ⚠️ Dilarang Plagiat 📌 Follow, Vote, Comment dan Share sebagai tanda kepedulian anda bagi sang author
All Rights Reserved
#929
survive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENDLESS WAR (HIATUS)
  • Survival Class : Pelajaran Terakhir
  • LAND OF THE DEAD [REVISI]
  • Run!
  • GLORY HIGH SCHOOL
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • Harmoni
  • Zed-Virus

Semuanya bermula dari satu kesalahan kecil, kesalahan yang seharusnya tidak pernah terjadi. Sebuah eksperimen rahasia di laboratorium sekolah melepaskan wabah mematikan yang tak bisa dikendalikan. Dalam waktu singkat, kehidupan para siswa berubah drastis. Suasana hangat dan ramai mendadak menjadi sunyi dan mencekam. Siswa-siswi SMA yang awalnya hanya disibukkan dengan rutinitas, tawa di lorong kelas, dan cerita remaja, kini dipaksa untuk bertahan hidup di tengah kekacauan. Mereka saling menjaga, berpegangan pada satu-satunya hal yang masih tersisa yaitu harapan. Di balik ketakutan dan kehilangan, tumbuh kekuatan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Mereka harus terus melangkah, meski jalan di depan penuh bahaya. Dan di tengah semua itu, mereka terus bertanya, mampukah mereka keluar dari mimpi buruk ini, atau semuanya sudah terlambat? Inilah kisah mereka, dalam menghadapi perang tanpa akhir. Collaboration with @srireskir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines