One More Chance

One More Chance

  • WpView
    Odsłon 945,577
  • WpVote
    Głosy 72,711
  • WpPart
    Części 44
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., lis 12, 2023
WpInfo
Fikcja
Romans
10 tahun yang lalu Hanna merupakan murid nakal yang suka mengganggu anak lain. Ia tidak memiliki banyak teman. Karena Hanna merupakan seorang bully disekolah nya, membuat orang-orang tidak menyukai dirinya. Sekarang Hanna yang berusia 26 tahun telah menjadi desainer baju handal yang terkenal. Walaupun saat ini Hanna hidup dengan baik, baru kali ini dalam 26 tahun kehidupannya Hanna merasa kesepian. Hanna merasa ini karma akibat tingkahnya dulu. Suatu malam dalam perjalanan berkendara pulang kerumahnya, Hanna mengalami kecelakaan karena ia melihat sebuah kiriman foto dari ponselnya, foto itu adalah foto acara reuni SMA Hanna! Bahkan satupun dari mereka tidak ada yang berniat untuk mengundang Hanna! Dalam keadaan setengah sadar Hanna menangis karena merasa kehidupannya tidak adil. Jika dirinya tahu bahwa hidupnya hanya sampai umur 26, Hanna tidak akan menyia-nyiakan kehidupannya selama ini! Hanna yang kesakitan dan menangis sampai dirinya memejamkan mata, tiba-tiba terbangun keesokan harinya dan kembali ke masa saat dirinya masih di bangku SMA! Apakah ini kesempatan Hanna untuk mengubah hidupnya?! (JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE TERBARU DAN JUGA JANGAN LUPA VOTE YA! KOMEN/KRITIKAN/SARAN KALIAN SANGAT BERARTI BAGI PENULIS, TERIMA KASIH! ♡) - xoxo, zayddan
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Sayang
  • Oh... Teacher! [Completed]
  • GASA [end]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Unfamiliar Twins (END)
  • Tomboy girl
  • Bearly Attracted
  • HANNA ( End + Completed )✅
  • OM JORDAN [END]
Sayang

TERBIT 📖 - "Siapa yang bernama Sayang di sini?" teriak panitia itu, membuat sebagian orang di sana menahan tawa sekaligus penasaran. "Ayo ngaku aja." Alya mengangkat wajahnya. "Sayang...," panggil cowok itu lagi, membuat Alya melihat ke sekelilingnya. "Nggak usah cari ke sana kemari karena yang namanya Sayang itu kan elo." Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam saat cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum. "Halo, Sayang?" Cowok itu mengangkat tangannya. "Kenalin, gue Arya." Mulai hari itu, Alya tak tahu bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya. Warna-warni. Dan jangan lupakan kelabu. copyright©2019, sirhayani

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści