Kalimat yang tertinggal

Kalimat yang tertinggal

  • WpView
    MGA BUMASA 713
  • WpVote
    Mga Boto 119
  • WpPart
    Mga Parte 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Feb 1, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
Derap langkah perlahan terdengar dari luar, menyusun irama dengan kecepatan yang sama. Rasanya suara itu semakin dekat, benar saja dia berhenti tepat di sampingku. Dengan lembut bibirnya mulai mengeluarkan suara. "May, aku di sini ...," Tangan hangatnya tiba-tiba menguatkan pundakku, "kau masih ingat denganku?" "K-kau." Benik mataku seketika berkaca-kaca. Rasanya ingin kutumpahkan tangisan ini, tapi sepertinya itu sia-sia. "Kau masih mengingatku, 'kan?" tanyanya sekali lagi. "Maaf, aku harus pergi." Terpintas sebuah ingatan di mana orang-orang yang kusayangi kini 'lah pergi, karena sebuah teka-teki yang sulit untuk dipahami.
All Rights Reserved
#19
derita
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Secangkir Teh
  • Liora
  • Destined for me 2
  • ALICEZA
  • BACK [END]
  • Si Gadis Polos
  • R FOR REVENGE (TAMAT)
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman