ALBIRRU
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 23, 2022
"Kenapa sih kebanyakan orang itu gila harta, padahal uang bukan segalanya!?" Kata Al dengan frustasi "Uang memang bukan segalanya, tapi ada uang kebahagiaan datang. Right?? " Adara syaqueena Al di buat bungkam dengan perkataan Adara Bagaimanakah kelanjutannya ? Jika kepo lansung aja baca . Mohon maaf jika ada kesamaan nama atau lainnya, karena ini asli pemikiran aku sendiri ya.
All Rights Reserved
#604
happyend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FARZAA
  • Handsome Male Owner.
  •  ANATHA
  • G I D A R A (END)
  • After The End Of The Story (END)
  • Say Goodbye [ON GOING]
  • ALTERIO
  • TRAP!
  • Married to the Enemy [DIRA] - end
FARZAA

"Kenapa di nama panggilan lo, huruf 'A' yang terakhirnya ada dua?", kata gadis itu sambil menengok orang yang ditanyanya barusan, yang kini tengah berada di sampingnya. Ia sempat kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis yang berada di sampingnya itu. Pasalnya hanya dia yang memerhatikan namanya dan berani bertanya kepadanya. "Ngapain lo mikirin nama gue? Gak penting banget." Jawab Farzaa akhirnya, tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Gue pokoknya harus tahu, guamamnya dalam hati. "Eh iya sih, yang penting kan, kita bisa menghasilkan uang, kita punya uang, dan kita juga bisa menikmati uang kita." gadis itu tertawa sebelum mengucapkan kalimatnya yang baru ia lontarkan. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari gadis itu barusan, tapi ia bersikap seolah biasa saja dan berkata "Gak semua orang bahagia karena uang. Dan gak seharusnya juga lo terus jadiin seolah-olah uang adalah segalanya dan uang sebagai pemeran utama dalam kehidupan lo". Gue harus ubah cara pikir lo, batinnya. Sebelum gadis itu menjawab, ia melanjutkan perkataannya. "Uang itu salah satunya. Bukan satu-satunya", ia tersenyum dan berbicara setenang mungkin. "Lalu apa?", balasnya dengan gugup setelah mendengar penuturan laki-laki di sampingnya, yang ia sendiri tidak menyangka tanggapannya akan seperti itu. "..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines