ABOUT FIKI
  • WpView
    Reads 36,170
  • WpVote
    Votes 3,924
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 31, 2025
Terlihat ceria di depan banyak orang bukan berarti tidak mempunyai masalah atau beban dalam hidup seseorang. Ini kisah seorang anak remaja yang terlihat bahagia seakan tak memiliki beban dan selalu ceria didepan banyak orang, ternyata mempunyai sebuah masalah besar yang ada di dalam keluarganya. Dengan segala cara, remaja ini berusaha menutupi segala masalahnya dengan berbagai cara yang membuat dirinya merasa nyaman dan bisa melupakan masalahnya. Walau hanya sesaat! "Aku terluka, namun aku tak ingin menunjukkan lukaku kepada siapapun." {Start:24-11-20} Judul awal:BADBOY {09-02-21} ubah judul menjadi ABOUT FIKI
All Rights Reserved
#833
sickstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Waktu?
  • My Bromance [18+] End
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • From Shandy (Completed)
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • KOMA || Un1ty
  • UN1TY|| So Bad (END)
  • Sejenak Luka
  • Penghuni 8 Kamar || Un1ty

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines