friendzone (On Going)

friendzone (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 577
  • WpVote
    Votos 114
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 28, 2021
"Dara Kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Arav sambil menyodorkan setangkai bunga mawar ke arahku. Aku membelalak kaget dengan perlakuan Aarav. Tubuhku menegang seketika, jantungku berdegup kencang, kupu-kupu seperti berterbangan di perutku. Aku senang bukan main, perasaan yang selama ini aku pendam dan sekarang .... "HA HA HA ... Dara, lo lucu banget, muka lu tegang banget hahaaaa!" Apa maksudnya? Mengapa dia tertawa? Aku menautkan alis. Sama sekali tidak paham dengan jalan pikirannya ataupun apa yang sedang terjadi di sini. "Gimana? Bagus nggak LATIHAN gue?" katanya -tanpa rasa bersalah. "Gue mau nembak angel, tapi gue grogi. Makanya gue latihan dulu lewat lu," lanjutnya. Tubuhku mulai memanas, menegang. Apa-apaan tadi? LATIHAN?! Jadi yang dia ucapakan tadi hanya untuk latihan untuk menembak orang lain?! Perkataan itu seolah membawaku diterbangkan ke angkasa yang indah. Namun, seketika dia menjatuhkanya ke dasar jurang yang amat dalam. Sakit. Hanya sakit yang aku rasakan saat ini. Aku mencoba tersenyum kepadanya. "Oh haha, iya bagus kok. Lo ngga usah gugup. Lo pasti bisa!" jawabku dengan sebisa mungkin menahan bulir air mata yang mendesak ingin keluar. "... Hm, iya juga ya. Gue pasti bisa! Ya udah gue cabut dulu," ujarnya lalu mengusak rambutku sebentar dan pergi begitu saja. Aku masih bergeming dengan perasaan yang sama sekali tidak bisa aku gambarkan. Aku menunduk. Air mataku meleleh. Cinta bertepuk sebelah tangan memang selalu menyakitkan. Dan itu membuat sakit hati yang tidak bisa diutarakan -Adara. hiii readers ini cerita pertama ku. sorry banget kalo masih acak adut 😁😁 Jan lupa vote dan komentarnya 😊😊 semoga kalian sukaa !!⚠️ cerita ini mengandung bahasa kasar happy reading 📖💜 Big luv 💜💜
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • VINDEYLI
  • Capricorn
  • Sweet Combat
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Arsyilazka
  • Kamu
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • Sudut pandang (felisha)
  • Hurt Love
VINDEYLI

"K0nt0l lo" Karena kesal gadis itu keceplosan dan mengeluarkan kata kasar itu. Dia menatap Vinder takut takut. "Mau gue jahit mulut lo?" Nyali gadis itu ciut melihat Vinder yang menatapnya tajam. "Cewek ngomong kasar lo kira keren?" Gadis itu hanya diam. Kesal. Kata itu menggambarkan hati gadis yang sedang bersama Vinder saat ini. Dia ingin dibujuk. Dia ingin agar Vinder membujuknya dan memperhatikannya. "Mau ikut ekskul" cicitnya. "Dari tadi ekskul mulu. Yang laen aja nanti gue bolehin" "Yaudah mau balapan" jawab gadis itu antusias. "Gue patahin kaki lo, mau?" "Ihh, katanya dibolehin gimana sih" "Yaudah silahkan, jangan salahin gue kalo gue cepuin ke papi lo ya sayang" ucap Vinder. _______ "Gue udah pasrah, terserah mereka mau ngomong apa tentang gue, gue udah biasa kok disalahin terus sama mereka. Gue mau nyerah, mau gue jelasin gimana pun ke mereka tetap aja mereka ngga bakal percaya" ucap gadis itu mulai menangis. "Lo ngga boleh nyerah, kita cari sama-sama ya jalan keluarnya?, lo ngga boleh biarin mereka nyalahin lo terus lo- "Tapi ini emang salah gue hiks, gue yang udah bikin dia trauma hiks. Ini salah gue, hiks ini emang salah gu- Cowok itu berteriak, "INI BUKAN SALAH LO!, ini bukan salah lo sayang" ucapnya sambil mengelus kepala gadis itu. "Lo ngga boleh nyerah, inget sama tujuan kita semua. Kita semua sayang sama lo" Ingatlah, masalah dan cobaan yang datang itulah yang menjadikanmu kuat.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido