GILANG & GINA

GILANG & GINA

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 24, 2020
2 Sahabat terpaksa menikah karena kesalahan yang telah mereka perbuat. Gilang Putra dan Gina Ayu Putri. "Ini juga kesalahan kita berdua, Gak ada yang benar disini, ini murni kesalahan kita yang ceroboh" "Tak masalah dengan ku, Bagaimana dengan mu? Cita-cita mu begitu tinggi, dan harus hilang karena harus menikahi ku Lang!" Gina tak kuasa menahan air matanya. "Sudah lah Gin, Jangan pikirkan yang lain, Pikirkan tentang kita, Udah stop nangisnya, Kamu gak sayang sama dedek yang di perut kamu? Dia sedih kalo mamanya sedih" Gilang memeluk Gina untuk menenangkannya. Jangan lupa dibaca ya papay👋🏼
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • BENCI- Benar Benar Cinta
  • GILANG ABRAHAM
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • But I'm also tired
  • Memories Of Love  (SELESAI)
  • Pregnant With My Friend (TAMAT)
  • Sweet Lies [✓]

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines