Story cover for Broken home by aidnzub13
Broken home
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Nov 24, 2020
Dari kecil keluarga saya adalah keluarga yang cukup bahagia meski hidup dalam keterbatasan. Sampai saya kelas 2 SMP hidup saya cukup tenang. Tapi ketenangan itu seketika hilang ketika saya beranjak naik kekelas 3 SMP, dimana saat saya sedang tumbuh menjadi perempuan remaja yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari keluarga terutama orang tua, tapi saya tidak mendapatkan itu. Yang saya dapatkan hanya ketidak tenangan ketika saya berada dirumah. Orang tua saya selalu bertengkar setiap hari, entah apa yang mereka tengkarkan, mungkin masalah motif ekonomi. Setiap pulang sekolah yang seharusnya saya mendapat sambutan hangat dari orang tua tapi saya malah mendapati kedua orang tua saya bertengkar "lagi..lagi..dan lagi" . Pertengkaran itu terjadi kadang hingga malam hari yang tentunya sangat mengganggu saya dan saudara saudara saya. Pertengkaran itu selalu didengar para tetangga, saya sangat malu saya kecewa kepada orang tua saya yang tidak memikirkan perasaan anak anaknya.


jangan di skip dlu gaes siapa tau suka jangan lupa vote!
#happyreading
All Rights Reserved
Sign up to add Broken home to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 9
Behind The Smile (TERBIT) cover
Bungsu?! (Boboiboy Solar) cover
Kisah Sepihak cover
Eliinaa cover
Back To Home  cover
Forever Alone (Sudah Terbit)  cover
Pulang | Blaze & Ice |  (✓) cover
ReinSheria [COMPLETED] cover
Yang Terlupakan  cover

Behind The Smile (TERBIT)

28 parts Complete

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"