Ingin mempercepat yang sudah dekat

Ingin mempercepat yang sudah dekat

  • WpView
    GELESEN 35
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Mo., Nov. 30, 2020
WpInfo
SACHBUCH
"Oh, aku lupa menanyakan namanya...," Gumamku di keheningan malam dan aku menghentikan langkahku. "... Dan kau... Apa kau akan tetap mengikuti pemuda itu?," Tanyaku tapi hanya keheningan yang menjawab, aku terdiam dan melanjutkan lagi langkahku menuju rumah. Awal pertemuan singkat dimalam yang sunyi di jembatan tol. Melihat dia berdiri ditempat yang berbahaya, diri ini membujuknya untuk tidak berdiri di sana. Bukan tanpa alasan diri ini membujuknya, tapi... Apakah dia sudah meluangkan waktu untuk mengobrol ringan dengan orang tuanya?
Alle Rechte vorbehalten
#11
storyshort
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Lelaki Bermantel Panjang
  • Tales of Life (KUMCER)
  • Istri Rahasia Duda Arab(Duda Araban jilid 4)
  • Kasih Kakak || Zayyan ft Hyunsik✅
  • Antologi Cerpen & Cerbung (Kumpulan Cerita Pendek)
  • INTAN (Cerita Pendek - End)
  • Apa Boleh Bicara?
  • Make a Story With You
  • Kakak Iparku Ibu Anakku (Aldama Family Seri 9)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

"'Erika...' Hmm? Aku terkesiap seraya melambatkan jalan-hampir berhenti, tapi atas alasan keselamatan aku mempercepat langkah kakiku yang mulai gemetar ketakutan ini. Sumpah, aku mendengarnya membisikkan namaku: Erika... Apakah aku mengenalnya? Mendongaklah sedikit, Tuan Mafioso!" - Cerita #1 "Laci itu baru separuh terhela, tapi aku sudah tahu sesuatu bersemayam di dalamnya. Rupanya benar. Dalam keremangan, sang revolver terlihat jemawa." - Cerita #2 "Aku terjebak di tengah-tengah gang buntu. Di depanku tembok, di samping kiri-kananku tembok, di belakangku tembok-aku dikelilingi tembok! Aku terjebak di sini, dan tidak tahu mengapa! Tidak adakah celah sesempit apa pun yang bisa membawaku keluar? 'Kita semua terjebak di sini,' sebuah suara dari belakangku tiba-tiba saja menjawab. Di belakangku berdiri seorang pria: tinggi, berkepala botak, berpakaian serbahitam, tampangnya dingin seperti vampir. Ia muncul dari kegelapan." - Cerita #3

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien