( COMPLETE) "Kamu tidak takut?" Mulutnya sudah bersembunyi di ceruk leherku. Bukan kata-kata sinis seperti tadi. Tapi sekarang kalimatnya melunak. Apakah dia sudah menyerah? Oke, ayo kita ikuti permainannya. Mau seperti apa akhirnya? "Tidak. Apa yang kamu inginkan? Menikah misalnya?" Ide konyol yang entah darimana datangnya? Sepertinya aku memang butuh sedikit gila. Untuk mengimbangi peranan yang aku lakoni dalam menghadapi skenario hidupku ini. Dia tertawa di tengkukku. Tawa sumbang yang kutahu dengan pasti penuh dengan kejengahan. "Kamu mengasihaniku sekarang, Bel?" Aku menggeleng. "Aku hanya butuh teman untuk menemaniku gila. Sepertinya aku sudah tidak mampu menghadapinya sendirian. Mau gila bersamaku?" Apa memangnya yang bisa dilakukan seorang Farada Isabela, yang dua kali terlibat dalam pusaran cinta sedarah? Mungkin menjadi gila adalah satu-satunya penawar untuk sekian lara dalam skenarionya menjalani hidup. Cerita ini sudah diterbitkan, untuk pemesanan bisa langsung inbox atau email ke retnonofianti@gmail.com Line @retnonofianti WA 0813 7288 9660 Terima Kasih
More details