Sebatas Kenangan

Sebatas Kenangan

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 6, 2020
_Cinta dalam diam tak selalu berakhir indah seindah kisah Siti Fatimah dan sayyidina Ali, tak semudah itu memendam rasa yang hanya kamu dan tuhan yang tau, rasa yang memuncah didalam dada, tapi tak dapat kau utarakan,rindu yang tak tersampaikan lisan, menggerogiti jiwa yang rapuh atas sebuah harapan, tangis dan do'a menjadi satu diantara kening dan sejadah,itulah cinta dalam diam._ "jika aku diberi dua pilihan ikhlas atau abadi bersamamu,dengan tegas aku memilih ikhlas,bukan karena mengikhlaskan itu mudah, hanya saja, bersamamu dengan semua ingatan yang membuatku sakit itu akan lebih sulit kujalani" ~Nadisya Safir Al-Fatih~ ini cerita pertamaku dari semua cerita yang gak jadi2 aku publish,jadi mohon maaf jika ada kesalahan penulisan atau alur yang menurut kalian gak menarik,tapi hargai karya author ya budidayakan vote dan coment ok,salam manis untuk kalian para pembaca. ~Rini Safira Dewi~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Betadine
  • Jatuh Cinta Lagi
  • Perjuangan Cinta Al Fatih (✓)
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Tertulis Dalam Doa
  • Mencintai dalam diam
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
  • 1. Diam Dalam Cinta (end)
  • Quwwatul Hub
Betadine

"Surat untuk mu yang masih ku simpan di dalam kotak rahasia." Ketika mereka bertemu tak saling tanya diam seribu bahasa. Sifat yang misterius itu selalu menjadi pertanyaan. Perasaan mereka seperti aliran ombak, kadang padang kadang surut. Anak laki-laki tampan dengan perhatian yang cukup luas, seperti samudera itu suka menulis surat untuk gadis yang menghantui pikirannya. Gadis itu 2 tahun lamanya dia pergi, hanya meninggalkan jejak-jejak kenangan, entah kembali atau tidak masih dirahasiakan oleh Tuhan. Ia benar-benar introver tak mudah ditebak. Jangan berbicara dengannya, aku takut kamu tambah gila sejadi-jadinya. Apalagi mencoba membuat pertanyaan tentu tak ada jawaban. Mereka tidak pernah menjalin hubungan, hanya saja menanam perasaan. Hingga membuahkan hasil rasa. Rasa yang begitu indah layaknya senja. "Ken, terima kasih pertemuan sengaja ini, kan ku kenang dilubuk hati." "Ken, salam sayang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines