Titik Terakhir

Titik Terakhir

  • WpView
    Reads 330
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 9, 2023
"Bang.. Yah.. mata Daraa gak bisa liat lagi ya?" Kedua pria itu hanya saling bertatapan Ada sedikit rasa sesak di hati mereka saat gadis yang di hadapannya mengucapkan kata itu "Kamu tuh! Udah pembawa sial sekarang malah buta! Bisanya cuman jadi beban orang doang!" Pekik Revan selaku ayah Daraa "LOH TUH,ARKHHH! DASAR ANAK DAKJAL! BISA GAK SI SEHARI AJA LO GAK BIKIN REPOT GUE SAMA AYAH! DAN.. SEKARANG LO BUTA ANJ!" Arkan memukulkan tangan nya ke udara dengan prustasi "salah Dara apa tuhan? Kenapa ayah sama bang Arkan gak pernah sayang Dara!" Gadis itu tersungkur lemas di lantai tenaga nya sudah habis Dunia nya gelap,bahkan dekapan hangat yang selama ini dia inginkan tak pernah ia dapatkan "KALO DARA BISA MILIH,DARA JUGA GAK MAU DI LAHIRIN DIA DUNIA INI YAH! BANG! T-TAPII DARA BISA APA? INI TAKDIR DARA...." Isak tangisnya terdengar sesak Sampai akhirnya matanya perlahan menutup #gak berharap banyak si sama cerita ini soalnya sadar ini gak semenarik yang lain And buat kawan-kawan semoga suka jangan lupa follow vote and coment ❤️🔥
All Rights Reserved
#14
persaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sayang Tak Terbasuh Hujan
  • About Aneska
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • ★BABY ZION★
  • AUDREY
  • AIRA [On Going]
  • KOTA BANDUNG & GITA
  • Cold Prince

"Bapak..." Sebait nyeri terlaung lewat perihnya alunan tangis. Sakra menggenggam tangan sang ayah erat, menitikkan air mata tak henti. Bapak mengukir senyum. "Bapak akan selalu bangga menjadi ayahmu." Isakan Sakra terdengar semakin keras. Dia sesenggukan hingga dadanya terasa seperti terhimpit batu besar. "Nak... Hiduplah dengan baik. Raih semua cita-citamu. Ya? Bapak sangat menyayangimu, Sakra." Bapak mengelus pipi Sakra dengan tangan yang berisi infus. "Kamu ... adalah harta Bapak yang paling berharga." Hingga akhirnya mata itu terpejam. Tangan Bapak terjatuh lunglai tanpa daya. "BAPAK!" Kala itu, tangis datang sebagai saksi tentang sulur-sulur luka yang kian lekap memeluknya dengan perih yang menguliti sekujur jiwa tanpa ampun. Instagram : @inyasidhyaa Jangan lupa vote dan komen, yaa 💖

More details
WpActionLinkContent Guidelines