Story cover for Dream by daecytea
Dream
  • WpView
    LECTURES 2,481
  • WpVote
    Votes 783
  • WpPart
    Chapitres 9
  • WpView
    LECTURES 2,481
  • WpVote
    Votes 783
  • WpPart
    Chapitres 9
En cours d'écriture, Publié initialement nov. 25, 2020
Harapan agar sebuah mimpi dapat menjadi kenyataan.

Mimpi untuk terus bersamanya, mewujudkan impian bersama. Suka dan duka dilalui bersama. Tapi semua berubah saat dia berbalik arah dan tak lagi menatapmu.

Dia melangkah bersama genggaman tangan lain dan bukan dirimu. Lantas harus kah kita menyerah?
Atau terus maju melangkah walau dengan langkah tertatih?

Ayunda Melsa Riani, gadis yang baru merasakan cinta. Namun harus terus merasakan sakitnya patah hati karena pria yang telah lama bersamanya tidak lagi mengenggam tangannya.


Happy Reading♡
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Dream à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#648short
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
F A K E ? [End], écrit par zeevadeva__
58 chapitres Terminé
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Don't Talk About Money, écrit par catheryn99
55 chapitres Terminé
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
WITHOUT WORDS (SELESAI) cover
COMPLICATED cover
AURORA cover
F A K E ? [End] cover
Just See U From Afar cover
AIRA [On Going] cover
Tentang Dirimu yang hilang  cover
Aqsanna cover
TURNING 20!!! cover
Don't Talk About Money cover

WITHOUT WORDS (SELESAI)

19 chapitres Terminé

_Karena cinta tidak harus dingkapkan denga kata-kata_ Aura benar-benar sedang dirundung galau. Kisah asmara pertamanya kandas karena pacarnya selingkuh dan hal itu membuat Aura berjanji kepada tiga sahabat cowoknya untuk tidak pacaran lagi! Namun, pesona Alkanna ketua OSIS SMA Fajar Harapan benar-benar tidak dapat ditolak, kejadian-kejadian tidak terduga membuat Aura semakin dekat dengan Kanna. Ditambah perubahan sikap Yudis, salah satu sahabatnya yang membuat Aura semakin Dilema. Aura mengalami situasi dimana dirinya dipaksa untuk belajar dan memahami arti dari mencintai, membenci dan memaafkan disaat yang bersamaan.