THE CMO WITH THE PHOENIX TATTOO

THE CMO WITH THE PHOENIX TATTOO

  • WpView
    Reads 404
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 13, 2021
Ketika Najindra Satya diminta oleh HEXA Ventures mencari CMO untuk FENIX --startup health tech yang tengah dibangunnya, ia dipaksa untuk berhadapan lagi dengan tiap detik yang ia jalani selama tujuh belas tahun terakhir, tepatnya sejak masih mahasiswa. Semuanya menghempas-balikan ia --bersama sang CMO, ke dalam cerita yang hanya milik mereka berdua. Tentang obrolan lewat tengah malam bersama beberapa batang Ice Blast, Indomie rebus dan teh panas di atas meja. Tentang wangi karamel dari sabun cair yang memanjakan penciuman kerap kali ia membuka pintu kamar mandinya. Tentang dua lesung pipi yang muncul dengan manis di kala ia membuatnya tertawa. Tentang rasa aman, nyaman, dan berharga. Tentang pilihan untuk merengkuh, melepaskan, atau menjaga. Dan tentang Admilla Amran, sang CMO yang selama 17 tahun tak pernah berhenti ia sebut dalam hati sebagai perempuannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RadenRatih
  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Rindro (SELESAI)
  • Milka's Destiny {On Going} Belum Di REVISI
  • Echoes of Silence (completed)
  • Drowning
  • Big Boss and I

"Emangnya keluarga lo mau nerima lo lagi, hah? Nggak ada yang mau nerima lo lagi, Rat. Jadi, jangan sok deh lo itu. Cuma gue yang mau sama lo." 17+ #1 in general fiction (12/07) #4 in romance LENGKAP! FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK BINGUNG. Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA) Bagi Ratih, dia hanya butuh satu orang saja yang ada untuknya. Begitu pun bagi Raden. Mereka pikir, semua akan baik-baik saja asalkan mereka tetap bersama. Nyatanya, tidak. Apalagi Raden benar-benar mencari uang sendiri, dibuang sang papa, jauh dari sang mama. Emosinya yang masih belum terkontrol. Omongannya yang sering ceplas-ceplos dan menyakiti hati Ratih serta dia yang mudah simpati dengan orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dia- menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri. [Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat] • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines