THE CMO WITH THE PHOENIX TATTOO

THE CMO WITH THE PHOENIX TATTOO

  • WpView
    Reads 404
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika Najindra Satya diminta oleh HEXA Ventures mencari CMO untuk FENIX --startup health tech yang tengah dibangunnya, ia dipaksa untuk berhadapan lagi dengan tiap detik yang ia jalani selama tujuh belas tahun terakhir, tepatnya sejak masih mahasiswa. Semuanya menghempas-balikan ia --bersama sang CMO, ke dalam cerita yang hanya milik mereka berdua. Tentang obrolan lewat tengah malam bersama beberapa batang Ice Blast, Indomie rebus dan teh panas di atas meja. Tentang wangi karamel dari sabun cair yang memanjakan penciuman kerap kali ia membuka pintu kamar mandinya. Tentang dua lesung pipi yang muncul dengan manis di kala ia membuatnya tertawa. Tentang rasa aman, nyaman, dan berharga. Tentang pilihan untuk merengkuh, melepaskan, atau menjaga. Dan tentang Admilla Amran, sang CMO yang selama 17 tahun tak pernah berhenti ia sebut dalam hati sebagai perempuannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Milka's Destiny {On Going} Belum Di REVISI
  • Big Boss and I
  • The CEO's Obsession
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • Destiny
  • When Hearts Collide
  • Rindro (SELESAI)
  • FLAMBOYAN
  • EFEMERAL: Sinar Bulan
  • Bukan Mantan Pacar

Andra semakin menggenggam erat tangan Milka. "Please, bertahan Mil. Kamu harus kuat hiks... hiks.." Air matanya jatuh mengenai tangan Milka. Milka hanya tersenyum. Senyum yang memancarkan kepedihan. "Ish Ndra. Kam-kamu jangan nangis dong." Tanganya terangkat untuk menyeka air mata Andra dengan sisa tenaga yang ia punya. "Aku punya 1 permintaan." Andra menggeleng, tanda tidak setuju atas akan permintaan apapun yg Milka minta. "Aku bakal tetep minta ini ndra. Dan kamu harus penuhi. Kamu janji sama aku." Andra tetap menggeleng. Ucapan Milka seakan dirinya ingin memberitaukan permintaan terakhirnya. Tidak! "Aku anggep kamu setuju. Aku tau keadaan dia ndra. Aku akan be-" *PENASARAN? LANJUT BACA AJA!

More details
WpActionLinkContent Guidelines