Socrates Drinkin' [No Homo Webcomic Fanfic]

Socrates Drinkin' [No Homo Webcomic Fanfic]

  • WpView
    LECTURES 271
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadTerminé mer., nov. 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku tidak bisa mengajarkan siapa pun tentang apa pun. Aku hanya bisa membuat mereka berpikir." - Socrates Ingatlah nasihat ini anak-anakku. Di ujung sini kalian akan mengerti segalanya. Tentang kehidupan. Tentang pendewasaan. Tentang rangkaian pilihan yang akan kalian buat kelak. Biarkan aku memberikan kalian sejumput bekal selagi bisa. _____________________ Cerita ini adalah side story sebelum masuk ke chapter 26 di fanfiksi "Fuck Off, Plato!"
Tous Droits Réservés
#21
spinoff
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Nata, De & Coco
  • Oddly Coupley (Complete)
  • BHS
  • Matahari Kecil
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • My Three Brothers [Terbit]
  • PROMISE ✓
  • ADRIEL

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu