Bring Me!

Bring Me!

  • WpView
    Reads 520
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 3, 2021
"Aku tau kamu lelah. Cukup diam di tempat dan biarkan aku yang berjuang. 29 tahun bukan waktunya untuk main-main, kamu orang yang serius aku pun juga begitu. Tunggu apalagi?" Desi hanya berdecak dan berlalu begitu saja. Terserah mau berkata apa, Desi tidak mau peduli. Dia tidak memaksa untuk diperjuangkan, Vino yang dengan lapang dada menawarakan untuk memperjuangkannya. Sepertinya Desi perlu melanjutan obrolan ini, dia berhenti dan membalikkan badannya, "Kamu pikir berjuang itu gampang? 29 tahun saya hidup dengan tentangan keluarga terutama Opa, awalnya memang menyenangkan, tapi lama-lama capek juga dan sekarang mau nyerah aja." Berbalik untuk berjalan lurus namun langkahnya kembali terhenti, "Saya nggak yakin, mungkin dua bulan kedepan kamu bakal ingkar sama janjimu." Vino memasukkan tangannya ke saku kanan dan kiri celana, tersenyum tipis dan memperhatikan tubuh ramping yang berjalan kian menjauh, "Kita lihat aja, siapa yang bakal nyerah dulu." 25/11/2020
All Rights Reserved
#215
polisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marrying My Best Friend
  • Sun (You're My Medicine)
  • Unmatch The Parents
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Sin : Between You And Me
  • My Assistant
  • A Hard Choice (21+) - The 'A' Series No. 1
  • ERLANGGA RIZKY KA'AREXA 17+
  • POINT OF VIEW [End]

SEBAGIAN PART AKAN DIUNPUBLISH PER 5APRIL2017 KARENA KEPERLUAN PENERBITAN =========================================== Vanessa menggeleparkan tubuhnya sendiri seperti orang kesetanan sambil merengek kesal, "Gue sebel By! Gue sebeel!!" Kini giliran Abby yang menopang kepalanya santai sambil memperhatikan ke-exorcist-an perempuan itu yang sudah sangat normal dilihatnya. "Mau kawin kek, mau nggak kawin kek, itu kan urusan gue! Kenapa yang namanya emak-emak musti rempong ngurusin gituan sih?!" Vanessa merengek dalam monolognya. "Nyokap lo suruh lo kawin emang udah ada calonnya?!" tanyanya retoris karena tahu dengan jelas bahwa sahabatnya itu sedang tidak berpacaran saat ini, "Lempar balik ke nyokap aja," usulnya. "Itu dia!" kata Vanessa terlihat semakin depresi, "Nyokap mau nyomblangin gue sama kenalannya! Mending cakep! Udah gendut, jelek, tua lagi!" dia mengidikkan bahunya seolah-olah sangat jijik saat bayangan lelaki yang dideskripsikannya itu masuk dalam pikirannya. "Mendingan gue sekalian kawin ama lo kali, nyong!" Abby terdiam beberapa saat sebelum kemudian dengan santainya melanjutkan, "Ya udah gitu aja." "Ha?" "Merit sama gue aja, Va." _____________________________________ Start 20 September 2016 End 13 November 2016

More details
WpActionLinkContent Guidelines