Story cover for Bring Me!  by offrisa
Bring Me!
  • WpView
    Reads 512
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 512
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Nov 25, 2020
"Aku tau kamu lelah. Cukup diam di tempat dan biarkan aku yang berjuang. 29 tahun bukan waktunya untuk main-main, kamu orang yang serius aku pun juga begitu. Tunggu apalagi?" Desi hanya berdecak dan berlalu begitu saja.

Terserah mau berkata apa, Desi tidak mau peduli. Dia tidak memaksa untuk diperjuangkan, Vino yang dengan lapang dada menawarakan untuk memperjuangkannya.

Sepertinya Desi perlu melanjutan obrolan ini, dia berhenti dan membalikkan badannya, "Kamu pikir berjuang itu gampang? 29 tahun saya hidup dengan tentangan keluarga terutama Opa, awalnya memang menyenangkan, tapi lama-lama capek juga dan sekarang mau nyerah aja."

Berbalik untuk berjalan lurus namun langkahnya kembali terhenti, "Saya nggak yakin, mungkin dua bulan kedepan kamu bakal ingkar sama janjimu."

Vino memasukkan tangannya ke saku kanan dan kiri celana, tersenyum tipis dan memperhatikan tubuh ramping yang berjalan kian menjauh, "Kita lihat aja, siapa yang bakal nyerah dulu."

25/11/2020
All Rights Reserved
Sign up to add Bring Me! to your library and receive updates
or
#214polisi
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Unmatch The Parents cover
PINK ☑️ cover
POINT OF VIEW [End] cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
MANTANKU BOSKU [COMPLETED] cover
Marrying My Best Friend cover
KAY'S STORY cover
Girl In White Lingerie (COMPLETED) cover
Mr. Right For Now cover
My Assistant  cover

Unmatch The Parents

62 parts Ongoing

Chasity dan Cassidy, sama-sama nggak mau punya orang tua baru lagi. Cassie udah capek gonta-ganti akte keluarga sampai empat kali gara-gara maminya yang naif selalu berpikir cinta terakhirnya adalah cinta sejati. Cinta sejati harus dinikahi, dan cinta yang hilang harus berakhir dengan perceraian. Over and over again. Cassidy punya masa lalu nggak menyenangkan dengan ayahnya yang supersibuk dan mengabaikan keluarga mereka, sehingga pesan terakhir mendiang ibunya adalah, "Jangan izinkan ayahmu menikah lagi!" Chasity dan Cassidy bukan saudara kembar meski nama mereka hampir sama, dan meski mereka menggambarkan kehidupan rumah tangga orang tua mereka seperti anak lima belas tahun, sebenarnya mereka sudah sama-sama dewasa. Cassie hanya ingin hidup tenang, dia ingin berhenti mendengar suara ranjang bergetar dari kamar sebelah tiap akhir pekan. Cassidy, atau yang minta dipanggil Keb supaya namanya nggak mirip sama Cassie, hanya ingin mewujudkan wasiat terakhir dari perempuan yang sangat dicintainya. Mereka bekerja sama menggagalkan niat orang tua mereka untuk menikah lagi. Menurut Keb jalan terbaik untuk memisahkan mereka adalah balapan ke pelaminan...