TUHAN AKU LELAH

TUHAN AKU LELAH

  • WpView
    Reads 889
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 8, 2021
( follow sebelum baca!) Aku rindu yang dulu.. Ini kisah Theana Levanely Olivia. Gadis yang hidup tanpa kasih sayang. Kehidupan yang penuh luka dan air mata. Masalah-masalah yang terus menghampiri kehidupannya. Semuanya, adalah karena saudara kembarnya sendiri. Rhea, gadis itu memanipulasi fakta yang ada. Thea lelah.. Thea ingin ketemu Mama... Thea cuma minta satu pada Tuhan "Izinin Thea bahagia," Thea selalu mengharapkan kebahagiaan. Namun, setiap hari, setiap jam, menit bahkan detiknya ia dapati dengan luka dan air mata. Thea butuh Bahu, Thea butuh Pelukan Thea butuh Telinga Thea butuh Penyemangat Dan Thea butuh KASIH SAYANG " Ketika Papa mengatakan Tanya Tuhan. Aku merasa itu adalah kode keras bahwa Papa ingin aku mati." ~ Theana Inilah kisah seorang Thea dengan luka, dan beban kehidupannya. (Vote dan coment jangan lupa)
All Rights Reserved
#184
orangtua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Brokenhome [ END ]
  • ARLITA [Selesai] (Terbit)
  • FIZYA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Benalu [Terbit]
  • Story Stela
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Look at Me, MAMA! ✔

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines