Dinikahi Om-om

Dinikahi Om-om

  • WpView
    Membaca 418
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 12, 2020
"Om itu terlalu gede buat aku yang kecil!" ucap Lulu penuh penekanan sembari bersedekap, menatap sebal pria yang tengah duduk dengan tenang dimeja kebesarannya itu. Pria itu menatap Lulu. Dahinya mengerinyit menandakan ia tidak mengerti apa yang dimaksud dari perkataan Lulu tadi. "Maksud lo?" tanyanya penuh selidik, ada rasa kecurigaan dan prasangka. 'Mungkin maksud gadis ini--, ah..., gak mungkin!' fikirnya. "Masa om gak ngerti sih?" ucap Lulu sembari menghentak-hentakan kaki kanannya kesal. "Maksud lo, anu---" ucapan Pria itu terpotong oleh Lulu yang mendahuluinya berbicara "Ya iyalah om, kan gak cocok." Pria itu menatapnya tak percaya. ' Masih anak gadis aja udah gitu. Gimana nanti gedenya. ' fikirnya lagi "Om itu udah gede, udah tua. Sedangkan aku, aku masih kecil, masih muda. Kita emang gak cocok om" sambung Lulu sembari menggebreg meja kesal Pria itu membulatkan matanya. Baru saja dia berfikiran yang aneh-aneh tentang gadis ini. "Oh jadi maksudnya itu" gumamnya pelan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#12
laskar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • KEPINCUT BRONDONG
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • Mantan Kakak Ipar Rasa Pacar
  • Kami yang Berdosa
  • SAD GHOST 6 ✓
  • Apakah kamu ingin menikahiku?
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • syanin
  • VINDEYLI
  • my young wife✔

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan