|KEKIRA|

|KEKIRA|

  • WpView
    Reads 255
  • WpVote
    Votes 108
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 25, 2021
Carlson menautkan tangan diatas meja, secara tidak langsung mengatakan bahwa dia yang berkuasa disini. Bahkan jika Amara menolak, dirinya tidak bisa melakukan apapun. Amara meneguk ludah kecut saat tatapan Carlson menyorotnya rendah. Dunia seakan runtuh sesaat setelah Carlson melanjutkan perkatannya. "Bagaimana jika kau tinggal disini?" Amara sontak membulatkan mata tidak percaya. Dia perlahan mendongak menatap Carlson yang melihat dirinya dingin, tanpa ada kehangatan didalamnya. Amara meremas gaun malamnya. Menahan diri untuk tidak berteriak kepada sesosok 'Ayah' didepannya. "Tapi, bukankah itu," Heinley kebingungan ditempat. Menyadari keheningan berat yang terjadi diakibatkan kehadiran dirinya. Dia terlalu lugu dan polos. Bukan, dia bodoh. "Nona pasti tidak akan suka jika saya tinggal disini kan?" 'Ya, aku tidak suka. Aku juga membencinya.' "Itu tidak akan merubah keputusanku, Heinley. Aku yang memegang kendali disini." Amara mengepalkan kedua tangannya penuh amarah. Bukan, lebih tepatnya kekecewaan yang tidak bisa ia lampiaskan. Heinley menoleh padanya, tatapannya harap-harap cemas. Meski Amara membencinya, itu tidak menutup kemungkinan jika Carlson menyukai keberadaan gadis itu. Amara mengerti, ia sangat mengerti, hanya dengan melihat tatapan mata Heinley. Ada sesuatu yang tidak bisa Amara miliki namun Heinley miliki. "Ya." Amara menggenggam kedua tanggannya erat. Wajahnya sudah pucat pasi. Mengulas senyum, Amara mengangguk. Karena Amara sadar, seberapa keras dia berusaha, Carlson tidak akan pernah menoleh dan memeluknya selayaknya anak. Heinley berkedip, sedetik kemudian senyumnya tersungging lebar. Lebih bahagia dan lebih cerah dibandingkan sebelumnya. Ternyata rencana nya berjalan lebih lancar daripada yang dia bayangkan. *** Perjalanan seorang gadis menemukan kasih sayang~
All Rights Reserved
#303
duke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibalik Tawa
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • DENNIES
  • Sejenak Luka
  • Halcyon
  • FRIENDzone (Completed)
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • ELGITA  (TERBIT)
  • About kevin (End)✅

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines