Sherlyn datang ke tempat kerja barunya dengan satu tujuan sederhana: bekerja, menghasilkan uang, lalu pulang. Baginya, memulai kehidupan baru berarti menutup rapat segala hal yang bisa mengganggu fokusnya, termasuk urusan perasaan. Berkenalan dengan rekan kerja baru bukanlah hal yang ia hindari, tetapi juga bukan sesuatu yang ingin ia jadikan lebih dari sekadar hubungan profesional.
Namun, semesta rupanya memiliki rencana yang berbeda.
Pertemuannya dengan Arroziel bermula dari percakapan-percakapan singkat di sela jam kerja, canda ringan setelah pergantian shift, hingga kebiasaan pulang bersama tanpa pernah direncanakan. Tak ada yang menyangka bahwa dua orang yang sama-sama ingin menjalani hidup dengan tenang justru perlahan menemukan rumah di dalam diri satu sama lain.
Cinta itu datang tanpa aba-aba.
Bukan karena mereka mencarinya, melainkan karena mereka saling hadir pada waktu yang tepat.
Di balik senyum yang selalu mereka tunjukkan, Sherlyn dan Arroziel sama-sama menyimpan masa lalu yang belum selesai. Luka, penyesalan, dan rahasia yang selama ini mereka pendam perlahan muncul ke permukaan, menguji apakah perasaan yang tumbuh di antara mereka cukup kuat untuk bertahan.
Ketika cinta bertemu dengan trauma, akankah mereka memilih untuk tetap berjalan bersama? Atau justru melepaskan, sebelum semuanya menjadi lebih menyakitkan?
Karena terkadang, kisah cinta yang paling indah bukanlah yang direncanakan sejak awal, melainkan yang lahir dari dua orang asing yang awalnya hanya ingin fokus bekerja-hingga tanpa sadar menemukan seseorang yang mampu mengubah arti "pulang".
©jetaiattrape
All Rights Reserved