Destined With (?)

Destined With (?)

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 25, 2024
Jodoh itu ditangan kita, takdir yang ditangan Tuhan, dan tidak ada siapapun bisa meramal takdir. Sebagai manusia sudah sepatutnya percaya bahwa Tuhanlah yang telah menyiapkan takdir itu. Elmira Zharifa mengedepankan kodrat wanita, dimana wanita itu dicari bukan mencari, dikejar bukan mengejar. Tak jarang banyak luka menghiasi hari-hari nya itu. Namun, karena keimanan nya dia mampu melewati semuanya. Selamat membaca kembali kisah seorang wanita lugu penunggu takdir. ©ElsyaAstiani | Destined With?
All Rights Reserved
#199
ending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Murdered Love
  • Jodoh Pilihan Allah [END]
  • DESTINY [END]
  • Tasbih Cinta [SUDAH TERBIT]
  • Muhammad Ziyad Emir Al Fatih
  • Aurellia, Love Story
  • Cinta di Sepertiga Malam Terakhir [END]
  • Cintai Aku Lewat Al-Qur'an
  • HARA

Zafiq Alzandie dan Saquila Evandra adalah dua hati yang saling mencintai, namun takdir memaksa mereka berpisah. Perjodohan menjadikan Zafiq suami Kanari Elveira, meninggalkan Saquila dalam kepedihan yang tak bertepi. Hari-hari berlalu dengan luka yang menganga-Zafiq berpura-pura bahagia dalam pernikahannya, sementara Saquila berusaha berdiri di atas serpihan hatinya yang hancur. Namun takdir bukan hanya perpisahan. Ketika Zafiq mulai mencari celah untuk kembali, Saquila justru menarik diri. Cintanya masih ada, tapi luka yang terlalu dalam membuatnya takut untuk melangkah. Dan ketika ia mencoba membuka hatinya untuk orang lain, pengkhianatan kembali menghancurkannya, meninggalkannya dalam kerapuhan yang lebih gelap dari sebelumnya. Di antara kepura-puraan dan ketidakpastian, Zafiq dan Saquila terus berjalan-bersisian, tetapi tak pernah berani saling menggenggam. Hingga akhirnya, di sebuah persimpangan, mereka dihadapkan pada satu kenyataan: apakah cinta yang mereka kubur bisa dihidupkan kembali, atau justru harus dibiarkan mati selamanya? Karena cinta tak benar-benar hilang-hanya terkubur oleh luka, menunggu untuk ditemukan... atau dilupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines