Dalam Pelukan Luka (Selow Update)

Dalam Pelukan Luka (Selow Update)

  • WpView
    LECTURAS 62
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ene 10, 2021
Vote dan komen diperlukan. Jika berkenan boleh follow akun saya. Sekian terima kasih. °°° Tidak ada anak pembawa sial! Semua anak itu suci, tetapi kenapa dirinya dibenci? Depresi, satu kata yang menggambarkan hidupnya. Hidup dibenci oleh sang ayah tidaklah mudah. Hidup yang tidak tentu arah, melayang bebas. "Dasar pembunuh! Pembawa sial! Aku bukan ayahmu!" Kata itu sangat menusuk ke dalam hati pemuda tampan itu. Tersenyum di luar dan terluka saat sendiri itu dirinya, hanya beberapa orang yang mengetahui masalah hidupnya itu. Melukai diri sendiri pun sudah menjadi kebiasaannya, menulis surat untuk sang ayah dengan darah segar yang keluar dari tubuhnya itu kebiasaannya. "Aku juga anakmu!" Kata itu yang selalu dirinya katakan saat sendiri. Cinta dan kasih sayang, dirinya tidak pernah mendapatkan itu. Soal keluarga maupun cinta dirinya selalu kalah. Akankah dirinya menemukan cinta sejati yang bisa memulihkan kondisi hati? Akankah ayahnya menerima dirinya sebagai anak? Kita simak ceritanya.
Todos los derechos reservados
#467
patahhati
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • NAVARA
  • Memories in Moon
  • HIDDEN I (The End)
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • My Beloved Wife
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
NAVARA

Mana yang lebih menyakitkan? kehilangan orang yang kau cintai atau pekerjaanmu? . Percayalah itu semua tidak jauh lebih sakit saat anakmu sendiri berteriak di hadapanmu " AKU BENCI AYAH!" . Ya,anakmu sendiri anak yang kau besarkan dengan penuh cinta dan juga kasih sayang membencimu sebagai ayahnya hanya karena...CACAT! , sangat miris, aku bahkan ingin mentertawakan diriku sendiri,saat itu perasaanku benar-benar hancur, rasa-rasanya seperti dunia kembali menolakku untuk kesekian kalinya . Aku tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk menariknya kedalam pelukanku dan menenangkannya pun terasa begitu sulit sebab putraku menolak atau mungkin membenci pelukan ayahnya ini. Ini bukan hanya kisahku, namun kisah kami berdua. Sepenggal cerita dari seorang pria cacat yang dengan ketidakberdayaannya terus menerus bergantung pada kursi rodanya dan juga semestaku yang berharga " Aditya Navara Pratit" , anakku yang sangat ku cinta lebih dari apapun.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido