You're The Only One

You're The Only One

  • WpView
    Reads 132,063
  • WpVote
    Votes 4,714
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 21, 2016
Kehadiran Athan yang tiba-tiba membuatku sangat frustasi. Dia cowok perusak hubungan asmaraku saat SMA dulu. Dia membuat seisi sekolah meledekku karena pacarku yang pendek. Tapi kali ini dia nggak bisa ngelakuin itu lagi, karena pacarku yang sekarang Tony adalah seorang cowok yang sangat baik, tampan, pengertian, pintar dan pastinya LEBIH TINGGI dariku. Namun masalah lain yang lebih besar muncul. Aku dijodohkan oleh orangtuaku, itu hal terkonyol yang ada di abad ke-21 ini, bahkan aku tidak tahu siapa cowok yang akan dijodohkanku itu. Copyright © 2014 by Siti Yuni Tohafrida Ini karya pertamaku, semoga readers suka =)
All Rights Reserved
#943
komediromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sparks Between Us
  • Marry Me If You Dare (End)
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • Dinikahi Profesor Galak (TAMAT)
  • RAFAEL- Rafael & Mikella [ END ] ✓
  • Dijodohkan dengan Guruku Sendiri (The End)
  • Pangeran Itu SULTAN
  • kreyla
  • Cinta Tersembunyi-Tamat
  • Amerta

Sinopsis: Justin dan Juliette dijodohkan oleh kedua orangtua mereka-sebuah keputusan yang terasa konyol bagi dua pribadi yang tampaknya tak memiliki satu pun kesamaan. Justin, pria tampan, cerdas, dan populer, mempertanyakan keputusan ayahnya: mengapa harus dijodohkan dengan Juliette, gadis aneh yang sulit ditebak dan terlalu berbeda dari semua perempuan yang pernah ia kenal? Sementara Juliette, yang terbiasa hidup tenang dan berpikir kritis, tak habis pikir: kenapa semua orang mengagumi Justin seperti seorang dewa, padahal baginya pria itu tidak lebih dari ego besar yang dibungkus pesona palsu? Kencan pertama mereka berjalan mengenaskan-canggung, dingin, dan penuh keengganan. Hari-hari berikutnya tak jauh berbeda, penuh paksaan, rutinitas, dan usaha tak kentara untuk saling menjauh. Namun waktu memiliki cara tersendiri untuk meretas jarak. Di balik benturan kepribadian dan sikap saling menjatuhkan, perlahan muncul celah-tempat di mana pengertian mulai tumbuh, dan prasangka mulai goyah. Justin mulai melihat bahwa Juliette tidak seaneh yang ia kira. Justru berbeda-dan itu yang membuatnya istimewa. Juliette pun mulai menyadari bahwa di balik kesombongan Justin, ada sisi yang tak ia duga: rapuh, jujur, dan mungkin... tulus. Mereka tidak mencari cinta. Tapi mungkinkah cinta justru diam-diam menemukan mereka? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines